Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

90 Persen Pasien Positif di Jepara Berstatus OTG, Pemkab Diminta Tegas Jalankan PKM

MURIANEWS, Jepara – Belum adanya penanganan yang jelas terhadap pandemi covid di Jepara, kembali mematik komentar pedas. Pengamat sosial budaya Jepara, Zakariya Ansori kembali menyampaikan kekecewaannya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang ada, 90 persen dari 532 pasien positif merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Dengan jumlah tersebut, seharusnya sudah ada analisa yang jelas untuk mengambil langkah strategis.

Dengan landasan itu saja, seharusnya sudah bisa ditarik kesimpulan bahwa besar kemungkinan besar penularan virus ini berasal dari mereka.

”Jadi sudah jelaskan seharusnya apa yang bisa dilakukan. Dalam hal ini memang harus dilakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan massif di masyarakat,” katanya, Selasa (7/7/2020).

Ia menilai, protokol kesehatan harus bisa diterapkan di masyarakat dengan cara apapun. Baik secara persuasif, edukatif, maupun represif harus dikerjakan.

”Tentu saja tetap harus dibarengi dengan langkah-langkah kuratif,” ujar Zakariya Ansori, Selasa (7/7/2020).

Langkah penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang sudah diatur dalam Perbup juga sepatutnya dilakukan dengan tegas dan penuh disiplin.

Perubahan perilaku masyarakat agar segera bisa menerapkan protokol kesehatan harus dilakukan secepatnya. Ini bisa dilakukan dengan pendekatan persuasif, edukatif, promotif, dan represif.

Kerumunan di sejumlah lokasi harus mendapatkan perhatian serius. Pembubaran kerumunan juga harus dilakukan dengan cara-cara yang benar, bijak dan legal. Sebelum dilakukan tindakan tegas diberikan dahulu sosialisasi kepada masyarakat terkait. Setelah itu baru dilakukan tindakan represif jika memang harus diambil.

”Membubarkan kerumunan di PKL, ya harus dilakukan dengan cara yang cerdas. Kumpulkan dulu PKLnya, beri pemahaman. Boleh berdagang, namun jangan memperbolehkan pembeli berkerumun. Warung-warung PKL diminta tidak usah pake kursi. Di beri papan pengumuman. Kalau membandel baru semprot pake pemadam kebakaran. Sehingga langkah yang dilakukan bisa diterima masyarakat dan tidak malah menimbulkan kebencian pada aparat,” tambah Zakaria Ansori.

Ia menambahkan, kasus-kasus positif Covid-19 juga sudah bisa dianalisa dari data-data tenaga kesehatan yang sudah terpapar Covid-19. Apalagi, saat ini sudah ada 120 tenaga kesehatan yang sudah terpapar Covid-19. Jumlah ini meliputi 10 persen dari seluruh jumlah tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Jepara.

Jumlah tenaga kesehatan yang terpapar tersebut terjadi hanya dalam waktu sekitar satu bulan saja. Kenyataan ini sudah jelas harus ada tindakan evaluasi yang jelas dan menukik ke permasalahan.

”Kenapa hal ini bisa terjadi, dan apa penyebabnya. Bukan tidak mungkin ada persoalan dalam ketersediaan APD atau mungkin kualitas APDnya. Atau bisa saja justru tenaga kesehatan yang ada belum sepenuhnya memahami protokol yang harus mereka jalankan,” tandasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...