Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Posisi Pipa di Tengah Jalan, PDAM Grobogan Diminta Pindahkan Jalur Distribusi Utama

MURIANEWS, Grobogan – Pembongkaran sejumlah ruas jalan di kawasan kota Purwodadi yang dilakukan pihak PDAM Grobogan untuk mencari kebocoran pipa dalam beberapa waktu terakhir memang berhasil mengatasi gangguan.

Meski demikian, sejumlah pihak meminta agar pihak PDAM sebaiknya memindahkan jalur distribusi utama, khususnya yang ada di kawasan kota Purwodadi.

Usulan itu dilontarkan karena pipa distribusi utama posisinya saat ini berada di tengah jalan. Kondisi ini terjadi akibat dampak pelebaran jalan dalam kurun waktu beberapa dasawarsa terakhir.

“Waktu awal PDAM berdiri sekitar tahun 1978, pipa distribusi utama ini letaknya ada di pinggir jalan. Namun setelah ada pelebaran, posisinya sekarang jadi berada di tengah,” kata Ansori, warga Kelurahan Purwodadi.

Terkait kondisi itu, ia menyarankan agar PDAM mulai membuat rencana untuk merevitalisasi jalur distribusi utama tersebut. Jika hal itu tidak dilakukan maka nantinya akan menyulitkan jika ada kebocoran atau kerusakan jaringan.

Terutama, jika titik kebocoran berada di ruas jalan yang sudah diganti dengan konstruksi cor beton.

“Seperti jaringan distribusi utama di Jalan Gajah Mada Purwodadi. Saat ini, posisi pipa ada di tengah jalan dan cukup menyulitkan ketika akan melakukan perbaikan karena konstruksi jalannya sudah cor beton,” ujarnya.

Selain posisinya sudah beralih di tengah jalan, perlunya memindahkan jalur distribusi utama juga dilihat dari faktor usia pipa. Di mana pipa yang ada saat ini sudah dipasang sejak lama, sehingga sudah rentan rusak dan kotor.

Baca: Ada Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Gajah Mada Purwodadi, Pasokan Air PDAM Dihentikan Lima Jam

Direktur PDAM Grobogan Bambang Pulunggono ketika dimintai komentarnya menyatakan, salah satu persoalan yang dialami selama ini adalah belum bisa menyediakan kebutuan air yang berkualitas.

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah pipa jaringan distribusi yang sudah waktunya diganti.

Sebab, sebagian besar pipa saat ini usianya sudah puluhan tahun dan di dalamnya terdapat endapan sehingga membuat air jadi keruh. Meski demikian, untuk mengganti pipa distribusi utama itu butuh dana sangat besar.

“Panjang jaringan distribusi di kawasan kota ini sekitar delapan kilometer. Kalau diganti semua, estimasinya butuh dana Rp 140 miliar. Idealnya memang perlu direvitalisasi jaringannya. Tetapi untuk saat ini kita belum mampu karena biayanya sangat besar,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...