Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Biduan Ayu Vaganza Pakai Inex karena Sepi Job, Ditahan Jadi Kado Ultah Menyakitkan

MURIANEWS, Kudus – Biduan dangdut Ayu Vaganza (23) bersama teman laki-lakinya Wahyu Riyanto (30) saat ini harus mendekam di sel tahanan. Ia menjalani proses hukum lantaran terciduk menyalahgunakan obat terlarang jenis inex.

Keduanya ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus pada Selasa (30/6/2020) sore. Padahal pedangdut ini baru saja merayakan ulang tahunnya.

“Iya benar saya tanggal 19 Juni kemarin ulang tahun,” kata Ayu, saat jumpa pers di Mapolres Kudus, Kamis (2/7/2020).

Alhasil, penangkapan ini menjadi kado ulang tahun yang menyakitkan bagi dirinya. Ayu sendiri mengaku sudah lama menggunakan barang haram ini, meski sempat berhenti.

”Dulu sudah pernah pakai narkoba. Tapi sudah sempat berhenti kurang lebih setahunan. Ini baru pakai lagi,” akunya.

Ayu menyebut kembali menggunakan obat terlarang lantaran tidak ada kegiatan dan sepi job manggung.

“Kalau manggung malah tidak pernah pakai. Ini karena sepi job terus pakai lagi,” terangnya.

Sementara untuk obat terlarangnya, ia mengaku membeli dari seseorang yang bernama Genjik (nama panggilan). Satu butirnya ia beli dengan harga Rp 300 ribuan.

Baca: Biduan Ayu Vaganza Ditangkap Bareng Laki-Laki di Rumah Kontrakan, Ditemukan Inex

Kini Ayu bersama teman laki-lakinya itu harus berurusan dengan hukum. Apalagi saat penangkapan polisi berhasil menemukan barang bukti berupa satu bungkus platisk klip yang berisi lima butir inex.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat, bahwa Ayu sering melakukan transaksi pembelian narkotika jenis inex.

“Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...