Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penyidikan Kasus Suap PDAM Kudus Hampir Rampung, Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

 

MURIANEWS, Kudus – Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Rustriningsih memastikan penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) pegawai PDAM Kudus terus berjalanan. Proges penyidikannya pun diklam capai 90 persen.

Pihaknya kini juga tengah menyiapkan berkas administrasi untuk proses limpah ke pengadilan.

“Terus berlangsung, sudah hampir rampung kira-kira 90 persen,” kata Rustriningsih ketika dijumpai di kantor Kejari Kudus, Kamis (2/7/2020).

Kajari menyebut, walau telah ditangani pihak Kejaksaan Tinggi, Kejari Kudus tetap akan melakukan kewajibannya.

Dalam hal ini merampungkan semua penyidikan. Hal tersebut dilakukan karena akan membantu pihak Kejaksaan Tinggi menjalankan perannya.

“Kami tetap berkoordinasi dengan mereka terkait apa yang telah kami lakukan,” lanjut dia.

Soal keterbukaan informasi, Kejari berharap semua elemen untuk bersabar serta menghargai proses hukum yang berlangsung. Itu dikarenakan pihaknya tak boleh sembarangan mengungkapkan materi yang akan dikemukakan di persidangan.

Hal itu juga, lanjut dia, dilakukan karena apabila diungkap keluar, maka akan menimbulkan praduga.  “Ada area-area mana yang boleh kami publish dan mana yang harus kami jaga,” terangnya.

Walau demikian, pihaknya tetap memastikan semua proses penyidikan berlangsung sesuai prosedur yang berlaku. Sehingga kasus dugaan penyuapan penerimaan pegawai tersebut bisa segera tuntas.

“Kami tidak akan mengeluarkan apa yang tak seharusnya keluar sehingga menghambat pekerjaan kami,” jelas Rustriningsih.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kudus menetapkan satu pegawai PDAM Kudus berinisial T sebagai tersangka suap. Tersangka merupakan seorang pegawai PDAM yang bertugas di bagian kepegawaian. Kasus OTT yang melibatkannya juga diduga terkait penerimaan pegawai baru.

Sejumlah barang buki pun disita dari pelaku saat operasi tangkap tangan. Di antaranya uang senilai Rp 65 juta yang diletakkan di jok motor, telepon genggam dan sejumlah uang tabungan.

Sementara dari dalam kantor PDAM, pihak kejaksaan membawa sejumlah barang bukti lainnya. Yakni sejumlah dokumen dan dua unit CPU yang diduga mengandung informasi terkait kasus ini.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...