Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

MUI Jepara Minta Masyarakat Patuhi Protap Pemakaman Jenazah Pasien Covid, Ini Alasannya

MURIANEWS, Jepara – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara meminta warga mendukung upaya pemerintah dalam usaha pencegahan penyebaran Covid-19.

Termasuk dalam hal ini terhadap masalah pemulasaraan jenazah pasien dengan prosedur Covid-19. Masyarakat diminta untuk bisa memahami dan menerima hal ini sebagai bagian dukungan.

Ketua MUI Jepara KH Mashudi mengatakan, pemerintah dalam hal ini sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak pandemi ini. Pemulasaraan dan pemakaman yang tidak mengikuti protokol Covid-19 jelas berpotensi menyebabkan penularan terhadap warga lain.

Penanganan terhadap jenazah pasien Covid-19, membutuhkan prosedur khusus untuk mencegah penularan virus. Karena itu pihaknya berharap masyarakat mau mempercayakan kepada pemerintah.

Masalah penanganan dan pemakaman jenazah yang terkait covid diharapkan tidak lagi menjadi persoalan dalam upaya penanganan Covid-19 itu sendiri.

“Kalau pemerintah sudah melakukan upaya bagi saudara-saudara kita yang terpapar dan meninggal, dimakamkan dengan cara-cara menurut protokol kesehatan, marilah kita ikuti. Kita yakin itulah yang terbaik,” katanya, Selasa (30/6/2020)

Selama ini ada banyak polemi dalam hal penanganan jenazah yang dinyatakan berkaitan dengan Covid-19. Di Kabupaten Jepara, ada beberapa warga yang sempat menolak terhadap protokol covid dalam penanganan jenazah keluarganya. Soal ini diharapkannya tidak terjadi lagi.

Dalam keadaan darurat, dalam Islam membolehkan adanya hal demikian. Masa pandemi Covid-19 ini merupakan kondisi yang sudah masuk dalam kategori darurat. Sehingga prosedur penanganan terhadap jenazah yang berkait covid 19 diperbolehkan secara Islam.

“Dalam Islam membolehkan hal ini dilakukan dalam keadaan darurat. Karena kondisi saat ini termasuk keadaan darurat maka diperbolehkan dan syah-syah saja. Kita mendoakan semoga saudara-saudara kita yang terkena dampak Covid-19 dan akhirnya wafat, mudah-mudahan segala amal ibadahnya diterima oleh Allah ,” tambahnya .

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...