Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bikin Resah, Banyak Pasien Corona di Jepara Tak Mau Isolasi Diri

0

MURIANEWS, Jepara – Penanganan terhadap kasus positif Corona atau Covid-19 di Kabupaten Jepara tidak semuanya berjalan dengan baik. Beberapa orang yang sudah terkonfirmasi positif covid yang diharuskan melakukan isolasi, ternyata masih ada yang tidak melakukannya.

Kurangnya pengawasan terhadap proses penanganan ini, membuat mereka masih berkegiatan seperti biasa. Hal ini terjadi karena mereka merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) meski sudah terkonfirmasi Covid-19.

Di wilayah Kecamatan Batealit, setidaknya ada dua kejadian seperti ini. Masing-masing di Desa Mindahan dan Desa Batealit. Di dua tempat ini ada pasien-pasien positif yang masih melakukan kegiatan sehari-hari sehingga menimbulkan keresahan bagi warga yang lainnya.

Baca: Pasien Tak Jujur, 19 Karyawan RSUD Kartini Jepara Terancam Terpapar Covid-19

Muhamad Anan salah satu tokoh warga Desa Batealit menyebutkan, di desanya ada satu pasien positif Covid-19 yang tidak mendapatkan penanganan secara jelas. Kondisinya yang OTG membuat pasien ini masih terus beraktivitas seperti biasa.

Pasien ini merupakan bagian dari klaster Pasien berinisial SM di Batealit. Dari klaster ini membuat dua anaknya juga positif covid. Satu orang lainnya seorang wanita berinisial M (58 Tahun) juga diketahui ikut positif covid.

Berbeda dengan tiga pasien sumber klaster, yang sudah mau melakukan isolasi, ibu M ini justru tidak melaksanakan isolasi. Setiap hari masih menjalani kegiatan seperti biasa dan bahkan masih berjualan di beberapa pasar berjualan barang.

Baca: Dua Pasien Positif Covid di Jepara Meninggal Dunia

Situasi ini menjadikan warga sekitar menjadi resah. Setiap kali diedukasi agar melakukan isolasi yang bersangkutan menolak, karena SDM yang bersangkutan. Penanganan dari pihak berwenang dalam hal ini dirasakan sangat kurang.

“Ibu M ini padahal tinggal serumah dengan beberapa anggota keluarga lainnya. Tiga orang masih balita dan dua lainnya setahu saya bekerja di pabrik garmen. Sampai saat ini yang kerja di pabrik itu juga masih berangkat kerja. Tetangga banyak yang resah karena situasi ini. Apalagi tidak ada penanganan yang jelas dari pihak berwenang,” ujar Muhamad Anan, Selasa (30/6/2020).

Baca: Suami Istri Asal Welahan Jepara Positif Covid-19

Sementara itu, Tim GTPP Covid-19 Jepara dilaporkan juga baru saja melakukan penanganan terhadap pasien positif Covid-19 yang tidak mau melakukan isolasi.

Penanganan ini dilakukan di Desa Mindahan, Batealit, pada Senin (29/6/2020) malam. Tim GTPP Covid-19 yang didukung aparat keamanan dari Satpol PP dan Polres Jepara, mendatangi rumah pasien positif.

Menurut Zainudin Poten, petugas BPBD Jepara yang terlibat dalam penanganan ini, menyebut ada lima orang pasien positif dalam satu keluarga. Semua dilaporkan tidak mau melakukan protokol kesehatan Covid-19.

Baca: Jadi Imam Musala, PDP Meninggal Asal Sowan Kidul Jepara Diperkirakan Kontak dengan Banyak Orang 

Kasus ini kemudian dilaporkan ke beberapa pihak, dan akhirnya ditangani oleh GTPP Covid-19 Jepara.

“Dalam penanganan kemarin malam itu, pihak pasien menyatakan tidak mau diisolasi ke RS Rehatta Kelet. Kemudian membuat surat pernyataan untuk bersedia melakukan isolasi di rumah. Sedangkan teknisnya, semua akan ditangani oleh Satgas Covid Desa,”ujar Zainudin Poten.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.