Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Status Tanggap Darurat Diperpanjang, Penerapan New Normal di Jepara Ditunda

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara secara resmi memperpanjang masa Tanggap Darurat yang sudah diberlakukan. Pemberlakuan Tanggab Darurat diperpanjang hingga 30 September 2020.

Keputusan ini disampaikan oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi usai memimpin rapat terbatas Forkopimda Jepara, di Ruang Sosro Kartono, Setda Jepara, Selasa (30/6/2020).

Dian Kristiandi menyatakan ada beberapa poin hasil rapat yang berjalan kurang lebih dua jam tersebut. Pertama melihat perkembangan penularan Covid-19 di Jepara, Pemkab Jepara secara resmi memperpanjang masa tanggap darurat yang berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

Baca: Lagi, Tenaga Kesehatan Jepara Meninggal Dunia, Perawat di Puskesmas Bangsri I

Kemudian bersamaan dengan itu pula, penerapan New Normal di Kabupaten Jepara dipastikan ditunda.

Keputusan selanjutnya, untuk penanganan-penanganan komprehensif yang akan dilakukan, Pemkab Jepara masih menunggu hasil riset dan rekomendasi dari Dewan Riset Daerah (DRD).

Lembaga ini ditunjuk oleh Pemkab Jepara untuk melakukan riset dan melakukan analisa untuk langkah-langkah yang perlu diambil.

“Jadi itu hasil rapat yang berhasil kami bicarakan dalam rapat terbatas ini. Untuk lebih lanjut aka nada koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menangani persoalan yang berkembang ini,” kata Dian Kristiandi.

Baca: RSUD Jepara Diminta Tambah Tempat Tidur Ruang Isolasi Corona, dari Dua Jadi 20

Ia menegaskan, saat ini pihaknya akan dipersiapkan sarana-prasarana untuk penyiapan New Normal. Selain itu, penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang sudah diatur dalam Perbup, akan lebih didorong secara aktif.

Patroli pengawasan PKM akan dilakukan secara lebih intens dan rutin, untuk melahirkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Khusus terhadap kebijakan yang saat ini sudah diambil oleh Kemenag, terutama pelaksanaan kegiatan pendidikan berbasis agama akan dikordinasikan kembali.

Saat ini Kemenag sudah memperbolehkan kegiatan pendidikan secara luring di ponpes dan madrasah. Kebijakan ini akan kembali dikoordinasikan untuk ditunda, sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan covid.

Baca: Update Covid-19 Jepara: Pasien Positif Tembus 317 Orang, 14 Nakes Sembuh

“Kementrian Agama saya kira juga memberikan syarat-syarat bagi semua daerah untuk bisa memulai kegiatan secara luring. Namun melihat situasi yang terjadi di Kabupaten Jepara, kami kira belum saatnya hal itu bisa dilaksanakan. Akan kami koordinasikan mengenai hal ini,” tambah Dian Kristiandi.

Sampai saat ini jumlah positif Covid-19 di Jepara mengalami peningkatan pesat dalam sebulan terakhir. Sejak usai Idul Fitri 24 Mei 2020, peningkatan kasus positif yang terjadi mencapai 4.000 persen lebih.  Dari yang semula hanya lima kasus, dalam waktu lima pekan sudah berubah mencapai 334 kasus positif Covid-19.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...