Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kasus Suap Mantan Bupati Jepara Masih Berbuntut Panjang

MURIANEWS, Jepara – Kasus suap yang dilakukan Ahmad Marzuki yang saat itu menjabat sebagai Bupati Jepara, memang sudah inkrah. Ahmad Marzuki sendiri saat ini masih menjalani hukuman tahanan di LP Kedung Pane, Semarang.

Namun kasus ini tampaknya akan segera kembali berbuntut. Hal ini menyusul dilakukannya gugatan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap penanganan kasus ini.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, meski mantan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan mantan Hakim Lasito sudah menjalani proses hukuman tak membuatnya puas terhadap penanganan kasus suap itu.

Sebab, pengacara Ahmad Marzuqi yang memberikan uang suap tidak diproses. Begitu juga dengan oknum anggota DPRD Jepara dan pemborong yang mencarikan dan menyiapkan uang suap.

MAKI sebelumnya memang menjadi pihak yang pertama kali melaporkan kasus penyuapan hakim yang dilakukan Ahmad Marzuki ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun MAKI melihat ada ‘tebang pilih’ dalam kasus ini. Pasalnya, masih ada tiga oknum yang diduga terlibat dalam perkara suap itu sampai saat ini tidak diproses hukum.

“Itu belum diproses KPK sampai dengan saat ini. Saya akan mengajukan gugatan praperadilan atas belum ditetapkannya tiga oknum tersebut ke PN  (Pengadilan Negeri-red) Jakarta Selatan. Kami berharap gugatan praperadilan ini bisa segera ditangani,” ujar Boyamin di Jepara, Minggu (28/6/2020).

Baca: KPK Tahan Bupati Jepara, Marzuqi: Hanya Mukjizat yang Bisa Menolong Saya

Menurut Bonyamin Saiman, keterlibatan tiga oknum tersebut diduga cukup kuat. Dalam hal ini, jika tidak ada pengacara, maka uang suap tidak sampai pada Hakim Lasito.

Begitu juga dengan oknum anggota DPRD dan pemborong, jika tidak ada maka tidak ada uang untuk menyuap. Itu dapat dibuktikan dari kesaksian-kesaksiannya di persidangan perkara Marzuki.

Jika penanganan perkara ketiga oknum tersebut dinilai terlalu kecil bagi KPK, maka pihaknya akan meminta kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk melimpahkan perkara ini ke kepolisian atau ke kejaksaan di daerah. Bisa Polda atau Kejaksaan Tinggi, bisa Polres atau Kejaksaan Negeri setempat.

“Seorang lawyer, seorang anggota DPRD, seorang pemborong kan semestinya tidak melakukan ini. Saat itu posisinya masih saksi, dari kesaksian-kesasikannya di pengadilan membenarkan apa yang saya utarakan, bahwa betul ada lawyer yang mengantarkan uangnya, ada oknum anggota DPRD yang menghubungkan dengan pemborong untuk menyediakan uangnya. Ada semua kok di sini itu. Ini bahan-bahannya sudah ada, dasarnya adalah putusan pengadilan,” papar Boyamin.

Baca: Bupati Jepara Divonis Tiga Tahun, Pemkab Masih Tunggu Perkembangan

Mantan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sendiri dalam kasus penyuapan hakim ini divonis tiga tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Semarang.

Ahmar Marzuki terbukti secara syah melakukan suap terhadap mantan hakim Lasito, pada September 2019. Penyuapan ini dilakukan saat Lasito masih menanganai perkara hukum Ahmad Marzuki.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...