Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

RSUD Kartini Jepara Beri Penghormatan Terakhir untuk Perawat Seniornya yang Meninggal saat Berperang Lawan Corona

MURIANEWS, Jepara – Suasana duka mendalam menerpa keluarga besar RSUD Kartini Jepara menyusul meninggalnya Ibu SF (56), warga Bandungrejo, Kalinyamatan, Jepara.

Almarhumah yang merupakan perawat senior di RSUD Kartini mendapatkan penghormatan dari seluruh jajaran RSUD Kartini Jepara, pada Rabu (24/6/2020) malam.

Baca: Perawat RSUD Kartini Jepara Berstatus Reaktif Rapid Meninggal Dunia

Menjelang pemberangkatan jenazah dari RSUD Kartini Jepara, sebagian besar tenaga kesehatan di RSUD Kartini Jepara memberi penghormatan terakhir.

Mereka berdiri berjajar saling berhadapan dalam jarak empat meter sambil menyediakan jalan bagi mobil ambulans yang digunakan mengantar almarhum ke rumah peristirahatan terakhirnya.

Baca: Pasien Tak Jujur, 19 Karyawan RSUD Kartini Jepara Terancam Terpapar Covid-19

Semua tenaga medis terlihat saling menguatkan di tengah resiko besar yang harus mereka hadapi di masa pandemi saat ini.

Direktur RSUD Kartini Jepara, dr Dwi Susilowati menyatakan keluarga besar RSUD Kartini menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhum SF.

Baca: Malam Ini Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Jepara Bertambah 11 Orang

Menurutnya yang bersangkutan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki dedikasi tinggi.

Secara keseluruhan almarhum sudah mengabdikan diri di RSUD Kartini Jepara selama 28 tahun lebih. Meninggalnya perawat senior ini jelas menimbulkan kesedihan mendalam, terlebih lagi di saat pandemi covid yang telah menyedot tenaga dan pikiran semua tenaga kesehatan yang ada.

“Kami merasa sangat kehilangan sekali. Kami sampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya almarhumah. Bela sungkawa kami mengiringi kepergian beliau, semoga husnul khotimah. Beliau telah memberi kamu tauladan tak ternilai di masa pandemi saat ini. Selamat jalan ibu, doa kami untuk anda,” ujar dr Dwi Susilowati, Rabu (24/6/2020) malam.

Baca: 24 Tenaga Kesehatan RSUD Kartini Positif Covid 19, Semua Dikarantina

Dia menjelaskan SF diketahui jatuh sakit dan kemudian dirawat di RSUD Kartini Jepara, pada 18 Juli 2020 lalu. Saat itu almarhumah sudah diketahui reaktif rapid, menyusul dilakukannya rapid massal di lingkungan RSUD Kartini Jepara.

Pada saat itu, almarhum sudah menunjukan gejala terpapar Covid-19, yang pada kenyatannya sudah memapar sekitar 50 orang tenaga kesehatan di RSUD Kartini Jepara. Saat itu SF dalam kondisi panas dan disertai batuk.

Baca: Di Tengah Duka, Jumlah Positif Covid-19 di Jepara Bertambah 41 Orang

Sejak itu yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi. Namun Tuhan yang Maha Kuasa akhirnya mempuyai kehendak lain dan memanggil beliau untuk ‘pulang’ pada pukul 16.30 WIB, Rabu (24/6/2020).

“Kami semua akan melepas beliau dengan memberi penghormatan terakhir. Selanjutnya kami mohon masyarakat Jepara bisa menghargai perjuangan yang sudah diberikan ibu SF. Penanganan covid harus dilakukan secara bersama-sama. Mari tunjukan partisipasi yang baik,”tambah, dr Dwi Susilowati.

Baca: Suami Istri Asal Welahan Jepara Positif Covid-19

Bupati Jepara Dian Kristiandi yang juga Ketua GTPP Covid-19 Jepara juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya ibu SF. Pihaknya meminta agar pita hitam dijadikan sebagai simbol duka cita mendalam oleh semua jajarannya.

Pihaknya meminta hal ini bisa menjadi sebuah momentum bagi bangkitnya kebersamaan yang lebih solid dalam upaya penanganan Covid-19 di Jepara.

“Jangan sia-siakan pengorbanan ibu SF ini dan korban-korban lainya oleh Covid-19. Kita semua harus berada dalam pemikiran dan tindakan yang sama untuk memusnahkan virus covid ini. Mari saya ajak semua masyarakat untuk mendoakan beliau, semoga husnul khotimah,” ujar Dian Kristiandi yang hadir di RSUD Kartini Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...