Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

TPA Tanjung Rejo Kudus Sudah Penuh, Tumpukan Sampah Kian Meninggi

MURIANEWS, Kudus – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Tanjungrejo, di Kecamatan Jekulo, Kudus semakin penuh. Bahkan di lahan seluas 5,6 hektare tersebut saat ini tinggal beberapa persen saja lahan yang bisa menampung sampah.

Kepala UPT Pengelolaan TPA Persampahan Bambang Purnomo membenarkan hal tersebut. Prediksinya  saat ini lahan yang tersisa hanya bisa menampung sampah sampai bulan Juli depan.

“Ya memang ini sudah penuh. Jalan yang seharusnya dilewati truk sampah separuhnya juga sudah diratakan dengan sampah, dari bawah saat ini sampah sudah menumpuk hingga 30 meter,” katanya, Selasa (23/6/2020).

Hal yang paling mendesak menurut dia, yakni perluasan lahan. Sembari menunggu hal itu, pihaknya akan melakukan upaya penanganan sampah yang masuk.

Yakni dengan menguruk lahan penimbunan sampah dengan tanah, kemudian ditumpuk sampah yang baru masuk.

” Ya sementara ini memang kami uruk dengan tanah, terus ditumpuk sampah lagi. Tiap lima meter selalu kami uruk dengan tanah,” ujarnya.

Menurutnya lahan yang dibutuhkan saat ini sekitar enam hektare untuk memperluas TPA Tanjung Rejo, agar bisa menampung sampah sampai 30 tahun ke depan. “Kalau tidak bisa enam hektare minimal separunya lah sementara,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Rofiatun mengaku sudah mengajukan perluasan TPA kepada Bappeda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD). Namun, sampai saat ini belum terealisasi.

“Tiap tahun sudah kami ajukan untuk perluasan lahan TPA. Memang kondisinya sudah sangat mendesak bisa dibilang kritis. Tapi memang belum ada anggaran sampai saat ini,” terangnya.

Menurutnya, belum adanya anggaran tersebut, dikarenakan ada hal yang lebih penting lagi. Termasuk tahun ini disebutnya juga tak ada anggaran untuk program perluasan lahan TPA.

“Tahun ini juga belum ada anggaran dan perluasan, semua anggaran dialihkan ke Covid-19. Sementara ini memang memaksimalkan lahan itu dulu,” jelasnya.

Ia mengaku sementara untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah melakukan pengurangan penimbunan sampah, yakni melalui pengelolaan sampah dan pemilahan sampah.

“Di TPS di desa-desa nantinya dipilah dari mulai sampah organik, plastik dan kertas. Nanti sisa pemilahan tersebut baru dibawa ke TPA,” imbuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...