Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PPJ saat Pandemi, Wakil Ketua MPR Minta Kurikulum Disederhanakan

MURIANEWS, Jakarta – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, proses belajar mengajar secara tatap muka dihentikan dan diganti secara online atau pembelajaran jarak jauh (PPJ). Hingga saat ini pun belum ada kepastian, kapan sekolah akan kembali dibuka.

Menindaklanjuti hal ini, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah segera menyederhanakan kurikulum. Sehingga bisa lebih adaptif diterapkan dalam sistem PPJ selama pandem Covid-19.

Ia menyebut, tanpa penyederhanaan kurikulum yang lebih adaptif maka belajar jarak jauh dipastikan gagal.

“Bangsa ini akan melahirkan satu generasi drop out, dalam arti satu generasi putus didik,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MURIANEWS, Senin (22/6/2020).

Lestari menjelaskan, Drop out itu bukan dalam makna putus sekolah, karena sekolah secara formal berlanjut berupa PJJ.  Melainkan, karena kurikulum tidak disederhanakan adaptif mengikuti format PJJ, maka tujuan pembelajaran tidak tercapai, dan yang terjadi ialah anak-anak putus didik.

Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI. (MURIANEWS/Istimewa)

Penyederhanaan kurikulum yang dimaksud bukanlah membuat kurikulum baru, melainkan pengembangan kurikulum yang ada dengan menganalisis subjek kurikulum berdasarkan strategi pembelajaran berbasis online.

Ia menyatakan, penyederhanaan kurikulum setidaknya menyangkut tiga hal. Yakni materi pelajaran yang disarikan, jam pelajaran yang lebih singkat, dan guru yang lebih interaktif dengan peserta didik.

Kendala psikologis dan teknis peserta didik,  orang tua dan guru, jelasnya, harus pula segera diatasi sebelum menjalankan kurikulum tersebut.

“Menanamkan pola pikir yang sama tentang cara baru belajar dari selama ini tatap muka menjadi belajar jarak jauh ini harus segera dilakukan. Agar para pemangku kepentingan bisa bergerak bersama merealisasikannya,” kata Legislator Partai NasDem itu.

Menjelang tahun ajaran baru Juli mendatang, menurut Rerie, orang tua, peserta didik dan guru masih bertanya-tanya tentang pola belajar yang akan mereka jalani.

Dia menegaskan, perlu sosialisasi yang masif sebelum pelaksanaan PJJ, sehingga baik orang tua, peserta didik dan para guru bisa mempersiapkan pola belajar dengan baik.

”Pola PJJ pada praktiknya memerlukan kerja sama yang erat antara peserta didik, orang tua dan guru. Pemahaman yang sama tentang PJJ, tambahnya, menentukan kesuksesan dalam pola pembelajaran tersebut,” terangnya.

Anggota Komisi X DPR RI itu juga menyebut, akselerasi penyediaan infrastruktur sebagai bagian dari sarana PJJ juga harus segera dilakukan.

”Misalnya dengan melibatkan sektor swasta dan BUMN, untuk merealisasikan sarana dan prasarana seperti jaringan internet agar bisa menjangkau pelosok Tanah Air,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...