Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ikan Berlimpah, Sungai di Kudus Ini Jadi Jujukan Pemancing

MURIANEWS, Kudus – Sungai Tambak Lulang di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, yang merupakan aliran dari Sungai Gelis kini terlihat lebih bersih. Hal tersebut membuat warga berdatangan hanya untuk sekadar memancing ikan.

Dari pantauan MURIANEWS, Kamis (18/6/2020), nampak puluhan orang berjejer dengan menggunakan alat pancing, jaring, dan payung guna melindungi sengatan terik matahari.

Para pemancing berdatangan ke sungai ini, selain sungainya yang bersih, ikannya juga banyak.

Sutrimo, warga Desa Ploso, Jati, Kudus mengaku dalam waktu satu setengah jam saja, bisa mendapatkan ikan mencapai satu kilogram.

“Dulu sungainya tidak seperti ini, banyak sampah dan kumuh terlihat hitam. Apalagi baunya, sangat tidak enak,” katanya.

Para pemancing membawa payung untuk berteduh saat memancing di Sungai Tambak Lulang. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Ia mengapresi kinerja pemerintah desa setempat yang mulai memperhatikan kondisi sungai.

“Saya tidak memuji kepala desa sekarang, tapi memang kenyataannya begitu, sekarang pun banyak yang memancing di sini,” ucapnya.

Sedangkan menurut Ali Imron, warga Desa Ploso, mengaku memang sengaja memancing karena sedang libur kerja.

“Ini saya baru dapat ikan nila tiga ekor, dulu kotor banyak sampah, enceng gondok juga banyak. Tapi ini sudah mulai bersih lagi,” tandasnya.

Baca: Biar Tak Jadi Pembuangan Sampah, Sungai Tambak Lulang di Ploso Kudus Bakal Dijadikan Wisata Bebek Air

Sementara itu, Kepala Desa Ploso Mas’ud mengatakan memang membolehkan warga untuk memancing di sekitar sungai dan bendungan. Namun, dengan syarat tetap menjaga kebersihan di sungai tersebut.

“Mereka juga harus mematuhui protokol kesehatan agar tidak berkerumun dan menggunakan masker,” ujarnya.

Ada satu lagi aturan yang harus dipatuhi pemancing. Yakni jika ikan yang didapat masih kecil, harus dilepas lagi ke sungai.

“Jika ikan kecil yang didapat harus dikembalikan. Selain itu juga tidak boleh memakai obat ataupun strum ikan,” paparnya.

Beberapa waktu lalu, pihaknya sengaja menebar benih ikan lele sebanyak 15.000 ekor dan benih ikan patin sebanyak 500 ekor di sungai tersebut.

Ini dilakukan setelah upaya pembersihan sungai digencarkan, dan melarang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah maupun limbah.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.