Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada yang Nekat Nitip Masukin Anak dalam PPD ke Ganjar: Tetek Bengek Alasane

MURIANEWS, Semarang – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Jateng yang digelar secara online telah berlangsung selama dua hari ini. Proses PPDB ini akan ditutup pada 25 Juni 2020 mendatang

Selama berlangsungnya proses ini, selain masalah kesulitan akses ke website PPDB, ternyata ada cerita tetang upaya wali muid yang menggunakan segala cara untuk bisa memasukkan anaknya ke sekolah yang diinginkan.

Termasuk dengan cara merayu atau meminta bantuan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hal ini pun diakui oleh Ganjar.

Ia menyebut banyak orang yang mencoba menitipkan anaknya untuk dimasukkan ke sekolah yang diinginkan. Alasan yang digunakan pun menurut dia berbagai macam.

“Sekarang ini banyak yang titip ke saya, banyak sekali alasane, tetek-bengek (macam-macam) jadi satu. Alasan ini, alasan itu. Intinya pokoke piye carane (bagaimana caranya) masuk,” kata Ganjar, Kamis (18/6/2020).

Oleh karenanya, ia menegaskan agar tidak ada praktik kolusi dalam proses PPDB online tahun ini. Bahkan, anak-anak hendaknya diajarkan perilaku integritas serta jujur dalam mengikuti proses pendaftaran sekolah.

”Jadi sebenarnya kita mengedukasi, enggak usah kolusi, ikuti saja aturan. Karena kalau masuknya saja dengan cara tidak benar, ya enggak baik,” ujarnya.

Apa yang disampaikan Ganjar ini muncul setelah adanya warga yang bertindak kurang bijak saat menyertakan berkas PPDB online. Seperti halnya, kartu keluarga (KK) yang tidak sesuai atau masalah KK lain yang banyak ditanyakan masyarakat.

“Ketentuannya KK satu tahun. Maka satu tahun silakan diurus. Dan ternyata banyak orang yang kurang sekian bulan atau tidak satu tahun, dikhawatirkan ini modus mendekati sekolah,” singgungnya.

Termasuk juga terkait surat pindah tugas kerja orang tua, bisa disertakan dalam pendaftaran. Hanya saja nanti semua akan diverifikasi lebih dulu.

“Tinggal pindah beneran atau tidak, kita verifikasi. Sebenarnya verifikasi KK, verifikasi pindah, dan sebagainya, itu memang sering kali tidak clear,” terangnya.

Ganjar menilai isu KK memang seolah sudah lama disiapkan. Ia mencontohkan, KK bisa ikut saudaranya dulu atau kos dulu yang dekat dengan sekolah.

Bahkan menurut dia, saat ini ada pula masyarakat yang ditawari surat kesehatan hingga surat keterangan lainnya. Oleh karena itu, Ganjar mempersilakan warga untuk menghubungi hotline yang tersedia di sistem online PPDB.

Ganjar juga meminta masyarakat tak perlu khawatir kesulitan saat mendaftar. Sebab akses NIK yang semula hanya 300 ribu per hari, kemarin sudah ditambah kapasitasnya. Saat ini satu juta per hari pengakses bisa membukanya. “Enggak ada kendala. Servernya juga enggak ada kendala,” ungkap Ganjar.

Pada hari pertama pembukaan PPDB kemarin memang banyak complain mengenai server error. Ganjar menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat server PPDB sempat sulit diakses.

Pertama karena kuota yang disediakan sebanyak 300.000 sudah habis pukul 10.30 WIB. Tapi masalah tersebut sudah teratasi setelah ada permintaan ke Kemendagri untuk penambahan kuota sampai satu juta.

“Kedua, saat hari pertama, ternyata image-nya masih cepat-cepatan seperti tahun lalu. Maka saya sampaikan jangan cepat-cepatan, santai saja, waktunya masih ada. Kita sudah perbaiki sistem,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...