Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Panen Raya, Petani Jambean Kidul Pati Gelar Tradisi Wiwit

MURIANEWS, Pati – Berbagai upaya dilakukan oleh para petani yang sedang panen raya. Makan -makan di tengah sawah sembari memanjatkan rasa syukur kepada Allah adalah yang paling utama.

Warga Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo biasa menyebut dengan tradisi wiwit. Hal itulah yang dilakukan warga setempat lantaran hasil panen masa tanam kedua ini melimpah.

Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Jambean Kidul Kamelan mengatakan, wiwitan dilaksanakan sebelum panen dimulai. Menurutnya, tradisi wiwit itu sudah dilakukan secara turun temurun.

“Bisa dibilang ini warisan para leluhur. Karena tradisi ini bagus, kami melestarikan hingga sekarang,” katanya, Kamis (18/6/2020).

Sebelum wiwitan dimulai, para petani menyembelih kambing untuk nantinya dibacakan doa. Setelah itu, petani memakan kambing yang sudah matang secara bersama-sama.

Sejumlah warga menggelar tradisi wiwitan di sawah. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Kemudian, khusus untuk kepala kambing dikubur dekat sungai Silugonggo. Mengingat, sungai itu yang selama ini membawa aliran air hingga membuat sawah petani dapat tumbuh subur.

“Filosofinya, kita ini mau panen padi yang tumbuhnya dari tanah. Berhubung tanah itu sudah memberikan keberkahan dan kemanfaatan bagi kita, bentuk syukur kita adalah menanam kembali. Bentuk ritualnya adalah menanam kepala kambing. Tapi ini tidak wajib,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk panen masa tanam kedua ini ada 250 hektare. Kemudian untuk seluruh Jambean Kidul sebanyak 400 hektare. Setiap hektare diperkirakan mendapatkan tujuh hingga sembilan ton.

Namun, dikaui memang hasilnya sedikit berkurang 10 persen dibandingkan panen pada masa tanam pertama. Hal itu lantaran adanya hama wereng yang menyerang sawah petani.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...