Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lima Pasar di Temanggung Ditutup karena Jadi Episentrum Corona, Ganjar Belusukan Temui Pedagang

0

MURIANEWS, Temanggung – Lima pasar tradisional di Temanggung akan ditutup sementara mulai Rabu (17/6/2020). Penutupan dilakukan lantaran pasar-pasar tersebut menjadi episentrum penyebaran cirus corona.

Lima pasar yang akan ditutup yakni Pasar Kandangan, Ngadirejo, Gemawang, Tembarak dan Jumo. Dari Pasar Gemawang ditemukan 15 kasus positif corona, begitu juga di Pasar Ngadirejo yang jumlah temuan positifnya lebih dari 15 kasus.

“Kami akan tutup sementara lima pasar tersebut, selama dua sampai tiga hari untuk disinfeksi. Sebab pasar ini telah menjadi episentrum penularan Covid-19,” kata Bupati Temanggung M Al Khadziq kepada wartawan.

Sebelum pasar ditutup, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (16/6/2020) blusukan ke pasar-pasar tradisional di Temanggung. Ganjar mengunjungi Pasar Pasar Kandangan dan Ngadirejo, untuk menemui para pedagang.

“Bapak ibu, besok pasar ini mau ditutup setuju nggih, disemprot terus ditata. Besok bantu petugas ya untuk bersih-bersih,” kata Ganjar kepada para pedagang.

Jawaban para pedagang pasar itu membuat Ganjar lega. Sebab, mereka semua mendukung upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari penularan wabah covid-19.

Ganjar mengaku lega dengan dukungan para pedagang di pasar yang dikunjunginya. Hal itu membuat tugas pemerintah semakin ringan, karena pedagang dengan sadar tidak menolak penutupan pasar untuk kebaikan bersama.

“Pemandangan saya masuk ke dalam pasar tadi menyenangkan, pedagang semua mendukung, tidak ada yang keberatan. Ini kerja sama yang bagus, jadi harus benar-benar dioptimalkan untuk penataan sebaik mungkin,” kata Ganjar.

Baca: Dua Hari, Pasien Positif Covid-19 di Temanggung Tambah 96 Orang

Momentum penutupan pasar ini lanjut dia harus dibarengi dengan penataan dan pemenuhan sarana prasarana protokol kesehatan yang ada.

Setelah pasar ditutup, tidak boleh hanya disemprot saja, tapi harus ditata dengan pembatasan jarak pedagang, penyediaan tempat cuci tangan, penyediaan petugas patroli dan lainnya.

“Saya sudah mengeluarkan Ingub tentang pedoman penataan ini. Segera kami kirim ke bupati/wali kota se-Jateng agar dijadikan pedoman, termasuk dalam penataan pasar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngadirejo, Warto mengatakan bahwa seluruh pedagang mendukung rencana penataan pasar oleh petugas.

“Karena ada kasus positif Covid-19, ya kami mengikuti aturan pemerintah. Hanya saja saya usul, kalau bisa penutupan pasar dilakukan keseluruhan, termasuk toko depan pasar agar tidak terjadi kecemburuan,” katanya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.