Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Angka Perceraian di Kudus Cenderung Turun Selama Pandemi

MURIANEWS, Kudus – Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, angka perceraian di Kudus cenderung menurun. Catatan Pengadilan Agama (PA) Kudus mulai Maret hingga Mei 2020 jumlah kasus yang didaftarkan sebanyak 143 kasus perceraian.

Rata-rata gugatan cerai itu diajukan oleh pihak istri. Hal ini dibenarkan Ketua Pengadilan Agama Kudus Ali Mufid.

“Kira-kira 80 persennya dari jumlah tersebut (dari 143 kasus) adalah gugat cerai dari istri,” katanya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya faktor yang memengaruhi penurunan kasus tersebut, yakni karena PA Kudus telah menutup layanan tatap muka semenjak akhir Maret lalu dan hanya melayani pendafataran secara online atau e-court.

“Memang kami menutup layanan tatap muka saat pandemi. Baru tanggal 2 Juni 2020 kemarin kami mulai membuka layanan tatap muka lagi,” ujarnya.

Meski demikian, setelah dibukannya kembali layanan tatap muka, hingga Kamis (11/6/2020) Pengadilan Agama kudus mencatat sudah ada 95 pendaftar baru kasus perceraian.

“Sejak dibukannya kembali layanan tatap muka tiap harinya ada 20 kasus yang didaftarkan, bahkan lebih. Dan didominasi pendaftaran kasus perceraian,” jelasnya.

Menurutnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi perceraian, yakni seperti masalah ekonomi, adanya pihak ketiga, hingga pertengkaran dalam rumah tangga.

“Memang banyak faktor yang mempengaruhi, tapi kebanyakan karena pasangan ini masih dalam usia muda, ” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...