Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kejari Tetapkan Satu Tersangka dalam OTT PDAM Kudus, Uang Suap Rp 65 Juta Diamankan

MURIANEWS, Kudus – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus Jumat (12/6/2020), menetapkan satu orang berinisial T sebagai tersangka dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Tersangka yang merupakan salah satu pegawai di PDAM Kudus itu diduga menerima suap dalam kasus dugaan pengangkatan pegawai.

Operasi tangkap tangan tersebut, terjadi di seputaran jalan Samsat Kudus, pada Kamis (11/6/2020) kemarin sekitar pukul 14.30 siang.

Kepala Kejari Kudus Rustriningsih mengatakan, yang bersangkutan telah terbukti menerima uang suap sebesar Rp 65 juta dari salah seorang pegawai PDAM lainnya.

“Kami tetapkan inisial T sebagai tersangka dalam kasus ini,” ucap dia ketika menggelar konfrensi pers di halaman Kejari Kudus, Jumat pagi.

Baca: Direktur PDAM Kudus Mengaku Belum Tahu OTT dan Penyegelan Kantornya

Sejumlah barang bukti pun turut diamankan dalam kasus tersebut. Di antaranya uang senilai Rp 65 juta yang disembunyikan pelaku di jok motor, serta sejumlah dokumen dan CPU yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

“Kami juga menyita sejumlah barang bukti lain seperti buku tabungan, telepon genggam, dan sepeda motor,”  jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Kudus melakukan penyegelan salah satu ruangan di kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus, Kamis (11/6/2020) petang. Satu orang pegawai PDAM juga diamankan.

Baca: Salah Satu Pejabat PDAM Kudus Dikabarkan Kena OTT Kejari

Dewan Pengawas PDAM Kudus Dio Hermansyah membenarkan adanya informasi OTT atas pejabat di PDAM Kudus itu.

Hanya saja, siapa yang terjaring OTT tersebut, pihaknya masih belum mendapat kejelasan. Dia mengaku hanya mendengar satu orang saja yang ditangkap oleh pihak kejari. Yang bersangkutan, kata dia merupakan seorang kepala kepegawaian di lingkungan PDAM.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...