Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perawat dan Dokter Positif Corona, RS Swasta di Pedan Klaten Ditutup Sementara

MURIANEWS, Klaten – Rumah sakit swasta di Pedan ditutup sementara menyusul adanya seorang dokter dan perawat yang dinyatakan positif Corona atau Covid-19.

Penutupan ini berawal dari seorang perawat perempuan di RS Swasta di Pedan berinisial ADE (22) ditetapkan sebagai pasien positif Covid-19, Minggu (7/6/2020). ADE yang berdomisili di Delanggu itu kini dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten.

Selain ADE, ternyata seorang dokter di RS Swasta di Pedan itu juga dinyatakan positif Covid-19. Seorang dokter pengganti ini diketahui terpapar virus corona saat menjalankan tugasnya di RS swasta di Pedan.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan, atas temuan ini, pihaknya pun mengalami langkah antisipasi. Seluruh tim medis di RS swasta tersebut pun diminta menjalani isolasi mandiri selama 14 hari guna mencegah persebaran virus corona.

Dengan demikian, pelayanan di RS setempat akan dibatasi atau ditutup sementara waktu.

“Pelayanan di RS swasta di Pedan itu akan dibatasi atau ditutup sementara. Ini semata-mata untuk melacak adanya seorang dokter dan Nakes di RS tersebut kok bisa terkena virus corona,” katanya Solopos.com.

Hal senada dijelaskan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekminto. Ia menjelaskan, salah satu upaya memutus mata rantai virus corona di RS swasta di Pedan, yakni menutup sementara RS tersebut.

“Semua sarana dan prasarana (Sarpras) harus dilakukan disinfeksi. Siapa yang kontak fisik harus didata dan di-rapid test. Ini termasuk kepada tim medis yang di RS itu. Jika itu terjadi di Puskesmas (salah satu Nakes terpapar virus corona), otomatis Puskesmas itu harus ditutup sementara waktu itu. Ini juga bisa diterapkan ke RS di Pedan itu. Sebagai RS tipe D, bisa saja nantinya pasien dirujuk ke RS lain terlebih dahulu,” katanya.

Terpisah, Camat Pedan Marjana mengatakan petugas kesehatan telah melakukan rapid test ke-14 orang, Selasa (9/6/2020). Rapid test dilakukan guna melacak sejumlah orang yang pernah kontak fisik dengan pasien positif Covid-19 asal Pedan, AH, 37.

“Hari ini, kami mengadakan kegiatan rapid test ke-14 orang. Di Pedan ada satu orang berstatus pasien positif Covid-19, yakni seorang laki-laki, AH. Sedangkan seorang Nakes perempuan, ADE itu memang bekerja di RS di Pedan. Tapi, yang bersangkutan berdomisili di Delanggu,” katanya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...