Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pencairan Insentif Nakes Covid-19 di Kudus Terbentur Persyaratan, Dinkes Diminta Membantu

MURIANEWS, Kudus – Hingga saat ini belum ada tenaga kesehatan (nakes) di Kudus yang mendapat insentif penanganan Covid-19. Belum lengkapnya syarat yang harus dipenuhi nakes menjadi penyebabnya.

Syarat-syarat tersebut harus sesuai dengan Permenkes Nomor 279 2020. Menanggapi hal ini, Komisi D DPRD Kudus mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk membantu.

Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan, para nakes tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menyiapkan persyaratan yang dibebankan dengan maksimal.

Mengingat mereka juga tengah menangani puluhan pasien yang diduga terpapar maupun telah terkonfirmasi corona.

“Dinkes seharusnya aktif dalam melakukan pendampingan,” katanya usai menggelar rapat dengan Dinkes Kudus, Senin (8/6/2020).

Selain itu, waktu yang kian mepet juga jadi alasan mengapa pihak Dinkes harus melakukan pendampingan. “Tanggal 10 Dinkes akan melaporkan data nakes, sementara sampai saat ini belum ada yang lolos verifikasi Dinkes,” kata dia.

Walau hal serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten, Mukhasiron tetap berharap Dinkes mau membantu dan melakukan pendampingan pada para nakes yang ingin mencairkan insentifnya.

“Karena mereka juga punya keluarga, walau memang tak semua nakes mengambil insentifnya tersebut,” jelas dia.

Sementara Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi menjelaskan, sampai saat ini sudah empat fasilitas kesehatan yang telah mengajukan tenaga kesehatannya untuk menerima insentif.

Namun, Andini mengakui memang belum ada satupun nakes yang sudah lengkap berkas dan syaratnya. “Sampai saat belum ada benar-benar lengkap,” ucap dia.

Baca: Insentif Nakes Covid-19 di Kudus Belum Cair, Ini Penyebabnya

Andini juga mengatakan jika Dinkes sebenarnya telah menyosilaisasikan regulasi dan syarat-syarat pada para nakes. Termasuk di dalamnya membuat panduan praktis terkait hal tersebut pada para tenaga kesehatan.

Diketahui, nilai insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan sesuai surat dari Kementerian Keuangan untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta per bulan. Kemudian untuk dokter umum dan gigi senilai Rp 10 juta.

Semetara untuk bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Sementara nilai santunan bagi tenaga medis yang meninggal sebesar Rp 300 juta.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...