Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hadapi New Normal, Marwan Jafar Minta Pemerintah Perhatikan Pesantren

MURIANEWS, Pati – Anggota DPR RI Marwan Jafar meminta kepada pemerintah agar memperhatikan pesantren sebelum memberlakukan New Normal secara merata. Ini lantaran sarana dan prasarana di pesantren masih sangat kurang.

Selain itu, pola kehidupan pesantren yang juga sangat berbeda dengan kehidupan masyarakat pada umumnya.

“Jadi sangat perlu, pesantren terus didukung dengan fasilitas yang lebih memadai dan berdaya untuk menyukseskan fase Indonesia tetap produktif tapi juga aman dari infeksi Covid-19, seperti keinginan pemerintah,” jelas Marwan saat halal bihalal virtual dengan relawan, Selasa (2/6/2020).

Pihaknya juga mengaku mendapat sejumlah masukan konkrit dari kalangan pesantren. Misalnya, sebagian ada yang menyatakan belum siap dan ‘menolak’ penerapan New Normal dikarenakan saran dan prasarana beberapa pesantren belum memadai.

Menurutnya, pesantren masih sangat rentan terhadap penyebaran wabah Covid-19. Di sisi lain, pesantren juga tempat penggemblengan atau candradimuka para generasi muda.

“Selain itu juga untuk mempersiapkan kader- kader atau calon pemimpin terbaik bangsa di masa yang akan datang,” ujar politisi asal Pati ini.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Ashshabul Yamin Bulu Rembang, H Imam Islahuddin mengatakan, pesantren dengan tegas menolak pemberlakuan New Normal. Kecuali pemerintah memberikan fasilitas memadai sebagai tanggung jawab negara.

“Seperti memberikan pendampingan atau bantuan tenaga kesehatan, fasilitasi, rapid test, anggaran buat sarana dan prasarana, disinfektan, hand sanitizer serta masker dan ketersediaan bahan belajar-mengajar,” katanya.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Pondok Pesantren (DPC FKPP) Kabupaten Grobogan Gus Syaidun mengatakan, kehidupan dan budaya pesantren di lingkungannya belum siap apabila diterapkan Era Normal Baru. Sebab, rata-rata kondisi aspek sarana dan prasarana di pesantren memang belum bisa dikatakan memadai.

“Jalan keluarnya, pemerintah harus benar-benar memperhatikan kesiapan sejumlah pesantren, terutama terkait kesediaan obat-obatan seperti multivitamin dan penambahan gizi untuk para santri. Termasuk adanya perbaikan sarana dan prasarana,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...