Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jalur Tikus Perbatasan Jateng di Rembang Diperketat, Mobil Pelat Jakarta Putar Balik

MURIANEWS, Rembang – Banyaknya pemudik yang kucing-kucingan kembali ke perantauan membuat aparat memperketat jalur-jalur tikus di wilayah perbatasan. Hal yang sama juga dilakukan di wilayah perbatasan Jateng-Jatim di Kabupaten Rembang.

Aparat gabungan Polri dan TNI memperketat penyekatan di sejumlah jalan alternatif dan jalur tikus di wilayah tersebut, Senin (1/6/2020) malam tadi.

Hasilnya, petugas berhasil menghalau sejumlah mobil berpelat nomor luar daerah. Di antaranya mobil pribadi dengan pelat nomor B atau Jakarta dan F atau Bogor.

Mobil-mobil itu dipaksa putar balik di Pos Terpadu Jembatan Timbang Sarang. Pasalnya, mereka tak bisa menunjukkan surat-surat yang dibutuhkan untuk menuju daerah yang dituju.

Selain itu, sopir dan penumpang juga diminta turun untuk diperiksa kesehatannya. Jika ada yang kedapatan mempuntyai gejala yang mengarah ke Covid-19 akan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Petugas juga menghalau sejumlah bus AKAP, maupaun AKDP yang diduga mengangkut pemudik menuju Jakarta.

Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto mengatakan, pihaknya bersama  dengan TNI, petugas kesehatan dan seluruh instansi terkait akan memperketat penyekatan kendaraan.

Tak hanya di jalur utama di jalur pantura seperti di Kecamatan Sarang dan Kaliori, penyekatan juga dilakukan di jalur-jalur alternatif.

”Pintu masuk dan keluar Rembang yang merupakan perbatasan dengan Jawa Timur kami perketat,” katanya.

Meski demikian ia mengakui, upaya tersebut  tidak bisa dilakukan secara terus menerus selama 24 jam. Hal ini lantaran ada beberapa pertimbangan yang diambil pihak kepolisian.

”Upaya penyekatan kendaraan memang sulit dilakukan 24 jam nonstop, mengingat ada beberapa pertimbangan. Di antaranya keterbatasan jumlah anggota, dan kondisi di lokasi yang rawan memicu kemacetan,”pungkasnya.

Polda Jateng memutuskan untuk memperpanjang Operasi Ketupat Candi 2020 dan penyekatan kendaraan hingga 7 Juni 2020 mendatang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam laman Tribratanews Polda Jateng menyebut jika selama operasi ini, sebanyak ribuan kendaraan telah berhasil diputar balik.

” Kalau ditotal hampir sebanyak 8.700 kendaraan bisa kita putar balikkan,” terangnya.

Menanggapi terkait adanya kendaraan yang lolos di jalur tikus, Kapolda mengatakan telah melakukan filterisasi di lima jalur di Jateng. Yakni di jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan, jalur lintas selatan-selatan (JLSS) dan jalur tol.

“Kami sudah menggelar seluruh pos penyekatan. Artinya, manakala lima jalur ini sudah kita lakukan penyekatan dan mereka lewat jalur arteri itu mereka juga sudah disekat oleh anggota di pos-pos kecil yang menjadi pos pantau,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...