Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Meski Ditiadakan, Warga Tetap Datangi Lokasi Kupatan Bulusan Kudus

0 334

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah tradisi budaya untuk menyemarakkan kupatan di Kudus, tahun ini ditiadakan karena pandemi corona. Termasuk di antaranya kirab budaya Kupat Bulusan yang biasanya digelar di sekitar komplek makam Mbah Dudo di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.

Festival ini biasanya digelar sepekan setelah Idul Fitri. Meski tahun ini tradisi itu tak digelar, namun warga tetap berduyun-duyun mendatangi lokasi Bulusan, Minggu (31/5/2020).

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan tampak sejumlah warga mendatangi lokasi tersebut dari pagi. Beberapa pengunjung juga terlihat tak memakai masker.

Namun, sekitar tengah hari, para pengunjung tampak mulai meninggalkan lokasi.

Mustofa, salah satu pengunjung asal Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, Kudus mengatakan masih mendatangi lokasi tersebut karena mengantar dua cucunya untuk melihat bulus (kura-kura) yang ada di sebelah makam.

“Saya memang biasanya ke sini melihat festival Bulusan. Karena ditiadakan dan cucu masih meminta untuk melihat bulus, ya saya antar,” katanya.

Bulus yang ada di kolam sebelah makam Mbah Dudo. (MURIANEWS/ Yuda Auliya Rahman)

Menurutnya biasanya saat kupatan lokasi itu sangat ramai. Selain itu juga digelar sejumlah acara, seperti wayang, musik dan lainnya.

“Kalau tahun lalu malah jalan sudah ditutup saat kupatan, kalau masuk ya membayar. Ini mengantar cucu saya sebentar biar tidak rewel,” ucapnya.

Hal sama juga diungkapkan Umam, warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Ia menyatakan sengaja datang ke Bulusan untuk mengantar anaknya melihat bulus.

“Biar anak senang tidak jenuh di rumah, mumpung bisa lihat langsung bulusnya makanya saya ke sini,” ujarnya.

Meski demikian, ia dan anaknya tetap memakai masker saat mengunjungi lokasi. Supaya terhindar dari virus corona.

“Saya ke sini memakai masker, ini juga bawa handsanitizer. Lokasinya juga tidak terlalu ramai jadi bisa agak leluasa,” terangnya.

Sementara menurut Salim, warga sekitar makam menuturkan, sudah sejak pagi banyak orang datang ke lokasi tersebut. Tapi, tidak banyak pedagang yang berjualan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sekitar pukul 10 pagi tadi baru ada pedagang yang datang. Mungkin ada yang melihat lokasi tersebut ramai, jadi pada berjualan di situ,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.