Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ciptakan Brand Baru, Gadis Cantik Asal Kudus Ini Mampu Jual Busana Muslim Sampai Malaysia

MURIANEWS, Kudus –  Perkembangan fashion busana muslim di Indonesia, menunjukkan tren positif. Bahkan menyebar hingga ke daerah-daerah di Kudus, yang didukung dengan munculnya brand-brand lokal baru.

Peluang ini pun tak dibiarkan lewat oleh gadis cantik bernama Nila Eliya Nur Itsna (23) asal Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus.

Ia membuat brand lokal dengan nama Elyusra. Meski terhitung masih baru, ia pun mampu bersaing di dunia fashion hingga ke luar negeri.

“Dari tahun 2018 saya memulai memproduksi berbagai macam busana muslimah. Alhamdulillah sampai sekarang bisa menjualnya hingga ke Malaysia,” katanya, Minggu (31/5/2020).

Untuk model busana yang ia buat ada berbagai macam jenis. Mulai dari, gamis, tunik, blus dan lainnya. Bahanya sendiri bermacam-macam dari mulai wolpeach, katun, katun toyobo, satin hingga maxmara lux.

“Tak hanya bahan tersebut, masih banyak lagi bahan kain yang saya gunakan untuk produksi,” ucapnya.

Nila mengangkat brand lokal dengan nama Elyusra, dan telah menarik pelanggan dari luar negeri. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Sementa untuk mengatasi persaingan, ia juga selalu meng-update busana yang dibuat, serta menjaga kualitas jahitannya. Beberapa pelanggan juga ada yang me-request sendiri agar mempunyai desain yang berbeda.

“Desainnya harus selalu baru agar pelanggan tertarik. Terkadang juga saya memadukan beberapa model yang baru tren, dengan sedikit menambahkan paduan lain agar terkesan limited,” terangnya.

Harganya pun terbilang sangat terjangkau, dari mulai Rp 135 ribu hingga Rp 185 ribu. Harga tersebut tergantung model serta bahan yang diminta.

“Yang bawa bahan sendiri untuk dijahit sesuai desain juga ada tapi jarang. Untuk yang membawa bahan sendiri hanya saya tarik Rp 65 ribu untuk ongkos jahitnya saja. Ada juga beberapa pelanggan yang meminta couple, ya saya buatkan,” ujarnya.

Pemasarannya, lanjut Nila, dilakukan secara online. Mulai lewat marketplace online shop, Instagram @Elyusra.idd hingga pemasaran dari mulut ke mulut yang ia lakukan saat melakukan cash on delivery (COD).

“Tiap bertemu orang baru saya selalu menawarkan produk saya, seperti saat  saya COD  kan biasanya bertemu banyak orang. Sambil saya menunggu ajak ngobrol tawarkan deh brand saya,” imbuhnya.

Menurutnya pandemi ini, juga berdampak bagi usahannya. Di tahun lalu saat menjelang Lebaran ia mampu menjual hingga 80 pcs busana. Namun, tahun ini ia hanya mampu menjual sekitar 60 pcs saja.

“Harapan ke depannya saya bisa membuat butik sendiri dengan hasil kerja keras saya ini. Dan juga untuk pandemi Covid-19 agar segera berlalu agar perekonomian kembali normal,” harapnya.

Ia juga berpesan untuk pelaku usaha baru dalam bidang apapun, agar tidak malu untuk memasarkan produknya. Karena kunci utama berjualan yakni sistem pemasarannya.

“Sering-seringlah untuk memasarkan produk kalian jika bertemu orang baru. Jangan sampai bosan untuk memasarkan baik dari media online ataupun secara langsung,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...