Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Jepara Diminta Rayakan Puncak Syawalan di Rumah Saja

MURIANEWS, Jepara – Pekan syawalan yang biasa berlaku sebagai tradisi masyarakat Jepara, akan mencapai puncaknya pada Minggu (31/5/2020) ini. Jika dalam situasi normal, puncak Syawalan biasanya akan dirayakan oleh masyarakat dengan melakukan pesiar wisata ke obyek wisata yang ada.

Namun pada tahun ini, di tengah pandemi yang masih berlangsung, perayaan Syawalan masyarakat Jepara diminta dilakukan di rumah saja.

Imbauan agar masyarakat tidak melakukan pesiar dan berkerumun di luar rumah disampaikan oleh Pemkab Jepara. Bahkan Satpol PP Jepara memastikan akan menggelar operasi cipta kondisi untuk memastikan hal ini benar-benar dilaksanakan oleh masyarakat.

Meskipun secara resmi Pemkab Jepara tidak mengadakan kegiatan Pesta Lomban dan tempat-tempat wisata juga masih ditutup, tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang masih tetap melakukan kegiatan melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Plt Kepala Satpol PP Jepara, Heri Yulianto menyatakan, pihaknya akan melakukan patroli secara intensif untuk kepentingan ini. Semua lokasi wisata dan lokasi-lokasi yang diperkirakan akan menjadi tempat berkerumun akan diawasi secara ketat.

“Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona, agar tidak terjadi kerumunan dan berkumpulnya massa, kami akan melakukan patroli penertiban. Pelaksanaanya akan dilakukan beserta instansi terkait di Jepara. Ini akan kami lakukan di semua lokasi, termasuk hutan di wilayah Kecamatan Keling yang biasanya dipenuhi warga” ujar Hery Yulianto, Sabtu (30/5/2020).

Sementara itu Lurah Ujung Batu Anjar Jambore Widodo menyatakan setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak akhirnya memutuskan pelaksanaan tradisi larungan kepala kerbau tetap dilaksanakan.

Meski demikian pelaksanaannya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang disyaratkan.

Untuk acara pentas wayang kulit yang biasanya dilakukan, untuk tahun ini ditiadakan. Kemudian ritual lainnya juga dipastikan hanya akan dilaksanakan secara terbatas.

Peserta yang mengikuti tidak akan melebihi jumlah yang disyaratkan dalam protokol kesehatan. Termasuk dalam acara pelarungan kepala kerbau.

“Kami sudah koordinasikan dengan semua pihak. Intinya acara akan dilakukan secara terbatas. Karena ini tradisi yang diyakini tidak boleh ditinggalkan, maka tetap dilaksanakan dengan batas-batasan yang sudah disepakati. Nanti jalan juga akan kami tutup untuk memastikan kegiatan ini dilakukan secara terbatas,” ujar Anjar Jambore, Sabtu (30/5/2020).

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...