Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

28 Orang di Pasar Kembang Reaktif, Camat Kembang Minta Pasar Sore Kaliaman Juga Diperiksa

MURIANEWS, Jepara – Pemeriksaan rapid test massal yang dilakukan di Pasar Kembang, menunjukan angka reaktif sangat tinggi. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada Sabtu (30/5/2020), persentasenya menunjukan 56% (28 orang) dari 50 orang yang diperiksa.

Terkait hal ini, Camat Kembang, Sutana menyatakan apa yang terjadi di Pasar Kembang bisa dijadikan rujukan bagi Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid 19 untuk melakukan penanganan lebih jauh. Apa yang terjadi di Pasar Kembang, menurutnya bisa dijadikan sebagai barometer.

Meski sampai saat ini belum bisa menunjukan indikasi apapun, karena masih berupa hasil rapid test, angka itu menurutnya tetap harus menjadi sebuah perhatian. Pasar Kembang kebetulan hanya merupakan pasar kecil dengan jumlah pedagang dan pengunjung yang tidak banyak.

Pada pemeriksaan yang dilakukan, 50 orang sudah hampir mencakup separuh dari semua orang yang berkegiatan di pasar ini.

“Saya kira, semisal di Pasar Jepara 1 dilakukan pemeriksaan dengan prosentase jumlah orang yang diperiksa sama seperti di Pasar Kembang, tentu hasilnya juga bisa lain. Tapi di luar itu dari hasil ini tentu ada yang perlu ditindak-lanjuti,” ujar Sutana, Sabtu (30/5/2020).

Untuk kepentingan penanganan secara umum, pihaknya bahkan meminta agar ada pemeriksaan rapid test untuk kawasan Pasar Sore Kaliaman, Kembang. Pasar ini menurutnya menjadi bagian penting bagi perekonomian tiga desa ring satu proyek PLTU Tanjung Jati B.

Setiap hari perekonomian berjalan melibatkan warga dan para pekerja mega proyek PLTU Tanjung Jati B.

Ibaratnya, orang dari penjuru Indonesia bahkan ada di kawasan ini. Pekerja-pekerja proyek dari 40-an perusahaan subkontraktor berinteraksi di tiga desa yang menjadi ring satu mega proyek ini.

Pihaknya mengusulkan agar kalau perlu semua pedagang yang ada didata kemudian dilakukan rapid test. Dari sana nanti akan bisa dianalisa sejauh apa yang terjadi.

“Saya kira ini penting dilakukan. Sehingga dari pemeriksaan itu nantinya bisa diketahui gambaran awalnya dari analisa-analisa yang bisa dilakukan. Namun sekali lagi, kalau dari yang kita pahami, hasil reaktif rapid test kan juga belum menunjukan bahwa itu positif covid. Masih menunggu pemeriksaan lanjutan, setahu saya,”tambah Sutana.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...