Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Siapkan New Normal, Pengasuh YPRU Guyangan Pati Tanggung Biaya Rapid Test Santri Hingga Rp 1 Miliar Lebih

MURIANEWS, Pati – Yayasan Perguruan Islam Raudlatul Ulum (YPRU) Guyangan, Pati menanggung rapid test untuk seluruh santri yang hendak kembali ke pondok.

Tak tanggung-tanggung, biaya yang dikeluarkan pun cukup menggiurkan, yakni Rp 1,05 miliar untuk sekitar 4.000 santri.

Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan KH Najib Suyuti mengatakan, dana tersebut murni dari dirinya sendiri. Hal itu untuk membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Alhamdulillah dari saya pribadi. Semua santri yang masuk ke pesantren, harus rapid test dulu di RS As Suyuthiyyah Guyangan,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (29/5/2020).

Komitmen ini dilakukan agar ketika santri masuk ke dalam pondok pesantren, tidak ada yang terpapar Covid. Mengingat, kalaupun ada yang terpapar tentu saat pemeriksaan di RS As Suyuthiyyah akan dilakukan karantina terlebih dahulu.

Dia menambahkan, pemberlakulan rapid test ini adalah untuk semua santri tak terkecuali. Baik bagi santri yang mukim di pondok ataupun santri yang tidak mukim.

Langkah ini, lanjutnya, juga untuk mendukung program New Normal yang mulai disosialisasikan pemerintah.

Sehingga ketika New Normal ini diberlakukan, pondok pesantren juga sudah siap. Terutama pemberlakuan protokol kesehatan.

“Benar (termasuk persiapan New Normal). Untuk ini (rapid tes) santri akan digratiskan semua. Tapi ini tidak termasuk santri baru. Kalau untuk guru, nanti bisa rapid test mandiri,” terangnya.

Lebih lanjut, ketika dalam pondok pun, pihaknya sudah menyiapkan kamar yang sekiranya dalam satu kamar bisa dihuni seminimal mungkin santri. Ini adalah upaya untuk tetapi physical distancing meskipun berada di dalam pondok.

“Termasuk penunjang kesehatan lain, seperti masker, hand sanitizer, kami juga sudah menyiapkan semua. Kami punya gedung baru dengan tiga laintai. Insyaallah gedung itu nanti juga digunakan dalam rangka physical distancing ini,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan, pandemi ini memang belum berakhir. Semua khalayak mempunyai peran untuk memutus mata rantai penybaran Covid-19, termasuk pesantren.

Dengan adanya rapid test mandiri di lingkungan pesantren ini, pihaknya berharap dapat memutus penyebaran Covid-19.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...