Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

OPINI

Beribadah Tak Berlalu

0
Moh Rosyid *)

HARI RAYA Idul Fitri telah berlalu, seiring berlalunya bulan Ramadan. Hanya saja, nilai dan makna yang diraih pada pengamal ibadah Ramadan tak akan berlalu untuk kehidupan. Bahkan dibutuhkan bagi manusia sepanjang hidupnya berupa kesabaran, kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai pribadi pada sesamanya.

Nilai etika/moral ini bila terealisasi pada diri setiap muslim dalam hidupnya maka kehidupan yang sejati diraihnya (insan kamil). Akan tetapi, bila nilai moral tersebut tidak lagi menjadi denyut nadi muslim yang telah berpuasa Ramadan, maka kualitas puasanya rendah.

Esensi berpuasa dan merayakan Idul Fitri tak tergapai akibat (1) ibadah (di bulan Ramadan dan selain Ramadan) hanya benar secara fikih, belum merambah aspek batiniyah, (2) beribadah hanya karena pahala, tidak diimbangi dengan keikhlasan pada Gusti.

Hal ini terbukti, gemebyarnya speaker penanda ibadah pada bulan Ramadan dari tempat ibadah sekadar meramaikan suasana, tidak berimbas pada karakter yang khusuk dan santun pada sesama dan pada Yang Maha Segalanya.

Mengapa?. Karena ibadah tak disertai ilmu ibadah, atau beribadah dengan ilmunya tapi tidak diimbangi dengan kesadaran bahwa esensi beribadah adalah menghamba pada Tuhan dan berefek positif dalam perilaku hidup.

 

Instropeksi

Langkah yang harus dilakukan dengan instropeksi diri, apakah setelah ditempa ibadah Ramadan, kepribadian menjadi baik?, biasa saja atau sebaliknya!(makin buruk)?.

Kunci keberhasilan Ramadan adalah meningkatnya ketakwaan hamba pada Tuhan dan bijaksana pada sesama. Bila tidak, Ramadan hanya rutinitas, benar-benar berlalu, ibarat hujan yang hanya membasahi dedaunan, tidak hingga akar, maka kehidupan pohon tidak mengakar. Nuwun. (*)

 

*) Penulis adalah dosen IAIN Kudus

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.