Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Pengunjung dan Pedagang Pasar di Blora Dirapid Test, Enam Orang Reaktif

0 94

MURIANEWS, Blora – Pelaksanaan rapid test massal dilakukan terhadap ratusan pedagang dan pengunjung pada dua pasar tradisional di Blora, Kamis (28/5/2020). Yakni, di Pasar Rakyat Wulung, Randublatung dan Pasar Ngawen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Lilik Hernanto menyampaikan, pihaknya menyediakan 100 alat rapid test di masing-masing lokasi.

Hasilnya, dari 70 orang yang di-rapid test di Pasar Wulung, ada dua orang reaktif. Sedangkan di Pasar Ngawen dilakukan pada 59 orang dan hasilnya ada empat orang yang reaktif.

“Untuk yang reaktif ini, akan diminta isolasi diri secara mandiri di rumah. Sedangkan untuk memastikan jenis virusnya apakah Covid-19 atau tidak, akan dilakukan swab test,” kata Lilik saat mendampingi Bupati Blora Djoko Nugroho di Pasar Wulung.

Menurut Lilik, rapid test massal di fasilitas-fasilitas umum ini akan gencar dilaksanakan untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Hal ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.

Selain di fasilitas umum, rapid test juga akan dilakukan kepada tenaga medis, paramedis, dan tenaga kesehatan lainnya baik di puskesmas dan rumah sakit karena mereka berisiko tertular.

Termasuk pada petugas yang bertugas dalam penanganan Covid-19, seperti tim GTPP Covid Kabupaten Blora.

Hingga hari ini jumlah positif Covid-19 di Blora tercatat sebanyak 24 kasus. Rinciannya, 19 dirawat, dua sembuh, dan tiga meninggal.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho mengapresiasi para pedagang serta pengunjung yang dengan sukarela mengikuti rapid test ini secara teratur sesuai protokol kesehatan.

Bupati juga tampak memberikan arahan kepada para pedagang serta masyarakat yang sedang berbelanja.

“Ini semua berguna untuk kita dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 secara dini,” katanya.

Djoko menyampaikan, penyebaran virus ini bisa mengenai siapa saja, tanpa melihat strata sosial.

Ia juga berharap agar warga tidak mengucilkan apabila ada tetangga atau kerabatnya yang terkena virus ini, tetapi justru harus memberikan semangat serta bantuan agar segera sembuh.

“Kita jangan mengucilkan apabila ada warga yang terkena virus ini. Virus Covid-19 bukanlah aib, siapa saja bisa kena termasuk saya. Kita harus memberikan semangat untuk mereka bisa segera sembuh baik dengan doa maupun bantuan semampu kita,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.