Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kini Mampet Total, Lebaran Tahun Lalu Perahu Wisata Logung Bisa Hasilkan Rp 1,3 Juta Per Hari

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah pemilik usaha perahu wisata di Bendungan Logung yang berada  perbatasan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, mengeluhkan dampak pandemi corona terhadap usaha mereka.

Pasalnya, sejak bendungan itu ditutup untuk umum, sumber penghasilan mereka menjadi mampet total. Pemerintah memang memberlakukan kebijakan penutupan terhadap seluruh tempat wisata, untuk mencegah penyebaran covid-19.

Salah satu pemilik perahu wisata Bendungan Logung, Samiono mengatakan, sejak tak bisa beroperasi karena pandemi, ia hanya menyibukkan diri dengan merawat dan peremajaan perahu.

“Karena memang ditutup, kami hanya fokus ke perawatan armada perahu. Ini tadi saya baru membenahi sayapan perahu agar lebih aman,” katanya, Kamis (28/5/2020).

Saat belum ada pandemi, pada hari-hari biasa ia bisa mengantongi hasil seratusan ribu rupiah. Jumlah itu akan naik pada akhir pekan yang bisa mencapai Rp 400 ribu.

Selama tak beroperasi pengusaha perahu wisata Logung melakukan perbaikan dan peremajaan armada. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Ia pun bercerita tentang cukup banyaknya penghasilan yang didapat saat libur Lebaran tahun lalu. Saat itu, usaha perahu wisata ini bisa meraih pendapatan mencapai Rp 1,3 juta per hari.

Karena memang banyak wisatawan asal luar desa ataupun luar kota yang sengaja ke Bendungan Logung untuk menikmati sensasi berkeliling bendungan dengan menggunakan perahu.

“Dari 8 pagi hingga 5 sore armada perahu tongkang bisa hasilkan Rp 1.3 juta perhari. Untuk perahu fiber bisa lebih banyak. Untuk tahun ini karena tidak diperbolehkan ya memang tidak ada penghasilan” jelasnya.

Menurutnya, ia juga sudah menerima bantuan berupa beras 10 kg dan uang tunai Rp 100 ribu dari pemerintah. Namun, bantuan tersebut dirasanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluargannya.

Ia pun berharap, bisa kembali diperbolehkan beroperasi. Terutama saat momen Lebaran Kupat Minggu mendatang.

Pihaknya pun berjanji akan menerapkan protokol kesehatan dengan mengurangi kapasitas penumpang, mewajibkan memakai masker serta menyiapkan hand sanitizer.

“Jika menunggu pandemi ini, kan tidak tahu selesainya kapan. Lebih baik diperbolehkan beroperasi lagi dan mengikuti protokol kesehatan. Agar ekonomi bisa kembali normal. Misal yang awalnya kapasitas tujuh orang kini hanya empat orang saja, biar bisa jaga jarak,” terangnya.

Pihaknya juga memastikan menerapkan standar keamanan yang cukup untuk memastikan keselamatan penumpangnya.

Alhamdulillah selama ini aman. Kami juga menerapkan standar operasi saat menjalankan perahu. Sudah ada rute dan ketentuan saat pengoperasian perahu tersebut,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...