Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jateng Mulai Siapkan Penerapan New Normal di Perkantoran Hingga Pabrik dan Mal

0 485

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mulai melakukan penataan untuk mempersiapkan penerapan new normal (normal baru). Di seluruh perkantoran di jajaran Pemprov Jateng, penataan mulai dilakukan pada Selasa (26/5/2020) hari ini.

Pelaksanaan new normal ini juga bakal diterapkan di sejumlah sektor, termasuk sektor perekonomian. Oleh karenanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga menginstruksikan agar seluruh instansi swasta melakukan hal serupa, dari pabrik, pasar maupun swalayan.

Ganjar mengatakan panduan penerapan normal baru telah diterima, termasuk seluruh bupati/wali kota di provinsi ini.

Meski demikian, Ganjar memastikan penerapan new normal ini baru akan bisa dilaksanakan secara menyeluruh jika grafik penyebaran corona, sudah mulai menurun. Sehingga penerapan ini hanya akan diuji coba di kantor pemerintahan.

“Kita belum akan melakukan normal baru dalam waktu dekat. Kalau nanti melihat grafiknya masih tinggi tentu normal baru belum bisa diterapkan. Grafiknya harus turun dulu. Kalau sudah mulai turun ekstrem sampai hampir menyentuh batas bawah, nah itu normal baru bisa. Sekarang kita latihan dulu,” katanya , Selasa (26/5/2020).

Menurutnya sebelum normal baru benar-benar diterapkan di seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah mesti memberi contoh terlebih dahulu. Untuk jajarannya sejak hari ini, Selasa (26/5/2020) diwajibkan untuk melakukan penataan.

“Jadi yang layanan umum mesti mengikuti protokol kesehatan, biasanya yang berhubungan dengan masyarakat langsung ada tabir pembatasnya. Yang back office mereka kita minta untuk mengatur jaraknya agar tidak terlalu dekat,” kata Ganjar.

Baca: Banyak Warga Keluyuran Selama Lebaran, Ganjar Perintahkan Rapid Test Massal

Untuk instansi swasta, Ganjar juga meminta dilakukan dilakukan penyesuaian, baik itu di pasar, mal sampai ke pabrik-pabrik. Ia pun menyakini swasta akan menerapkanya, apalagi sejumlah perusahaan sudah mulai melakukan uji coba. Dari pengaturan jarak, aturan mengenakan masker sampai sering-sering cuci tangan.

“Di Kudus sudah ada yang menerapkan. Maka beberapa pabrik juga kita minta untuk melakukan itu agar bisa ditiru. Pasar-pasar di Salatiga juga telah lebih dulu,” ujarnya.

Kalau penerapan di pabrik, pasar maupun mal sudah menjadi pengetahuan umum, mulai visualnya, bentuk serta polanya, menurut Ganjar dengan sendirinya semua akan menemukan satu formula yang bagus.

Bahkan khusus untuk supermarket dan mal, Ganjar telah menginstruksikan agar bupati dan wali kota lebih ketat menerapkan aturan protokol kesehatan. Ganjar menyebut saat ini telah memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan Lebaran kemarin dengan banyaknya masyarakat yang belanja.

“Kita sudah minta kalau tidak bisa taat tutup. Mudah-mudahan usai Lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kita minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik,” tandasnya.

Seluruh potensi penegakan hukum di daerah diminta diterjunkan agar protokol kesehatan bisa diterapkan secara optimal. Terlebih beberapa daerah telah menerbitkan regulasi, dari peraturan wali kota maupun peraturan daerah.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.