Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Banyak Warga Keluyuran Selama Lebaran, Ganjar Perintahkan Rapid Test Massal

0 239

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan agar dilakukan rapid test massal di pusat keramian yang kemungkinan jadi episentrum baru, dan tempat yang kemungkinan bisa jadi transmisi lokal Covid-19.

Ini dilakukan, lantaran pergerakan warga Jawa Tengah selama Ramadan dan Lebaran sangat tinggi. Ganjar juga menyebut mendapat laporan dari Universitas Indonesia yang mendeteksi pergerakan warga Jateng melalui Google yang sangat tinggi.

“Itu gambaran seluruh Jawa Tengah karena basisnya adalah mobile phone yang dia (warga) pakai itu dipantau, seberapa pergerakannya karena kan GPS-nya hidup. Ternyata kita cukup tinggi. Artinya masih banyak yang keluyuran dan kerumunan. Jadi potensi penularan tinggi,” kata Ganjar, Selasa (26/5/2020).

Oleh karenanya menurut dia, rapid test massal sangat mendesak. Ia pun menyebut, Pemprov Jateng telah mendistribusikan 38.111 rapid test kit ke seluruh kabupaten/kota dalam dua tahap.

Tahap pertama, jumlah rapid test yang terdistribusi sebanyak 27.011 unit, untuk Dinas Kesehatan di kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan Covid-19.

Dari jumlah tersebut yang sudah dilakukan pemeriksaaan sebanyak 22.337. Dengan hasil 809 orang reaktif, dan 21.528 orang nonreaktif.

Sementara untuk tahap kedua, yang distribusikan ke 35 sejumlah 11.100. Sampai saat ini sudah dilakukan pemeriksaan dengan hasil 3.411.94 orang reaktif, dan 3.317 nonreaktif. Saat ini rapid test yang tersisa sebanyak 12.363.

“Sekarang kita tinggal meminta di tempat kerumunan di-rapid test. Selain itu, yang wajib adalah pemudik, pekerja migran, di pasar, mal atau berasal dari daerah episentrum Covid-19,” ujarnya.

Ia menyebut, beberapa pemerintah daerah di Jateng telah melakukan rapid test massal di sejumlah tempat keramaian, hasilnya ditemukan sejumlah pasien positif corona.

“Seperti di Kota Semarang kemarin, di Pasar Kobong langsung menemukan 26 (positif), di dua masjid Semarang Barat menemukan tiga,” terangnya.

Selain pusat-pusat keramaian tersebut, Ganjar juga mengatakan jajarannya sampai saat ini terus melakukan penelusuran satu persatu orang dari daerah episentrum.

Seperti dari Jakarta, Bogor, Gowa dan Jawa Timur. Termasuk setelah outbreak terjadi di RS Kariadi, Salatiga, Purworejo dan di Kota Semarang.

“Kalau ini di-rapid test lebih banyak lagi kita akan tahu sebenarnya persebarannya di masyarakat seperti apa representasinya,” tandasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.