Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Beberapa Daerah di Jateng Izinkan Salat Idul Fitri Berjemaah, Begini Respon Ganjar

0 962

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah daerah di Jawa Tengah dikabarkan memperbolehkan penyelenggaraan salat Idul Fitri berjemaah di masjid atau di lapangan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun merespon kebijakan ini.

Ganjar menyebut, dari informasi yang didapatkannya daerah yang memperbolehkan salat Idul Fitri berjemaah di antaranya Karanganyar dan Kota Tegal.

Ganjar mengaku menyayangkan kebijakan yang dikeluarkan kepala daerah tersebut. Pasalnya, kebijakan ini diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Saya sarankan bupati/wali kota, mari kita ikuti ketentuan dari pemerintah, dari Kementerian Agama atau Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mari kita ikuti aturan untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing,” kata Ganjar.

MUI Jateng lanjut Ganjar juga sudah memberikan petunjuk tentang tata cara salat Idul Fitri di rumah. Tata cara disiapkan, naskah khotbah disiapkan lebih singkat namun tidak mengurangi syarat rukun pelaksanaan ibadah itu.

“Kepala keluarga yang jadi imam dan khotib, bisa bapak atau putra yang sudah dewasa. Khotbahnya juga sudah disiapkan lebih singkat. Kalau itu bisa dilakukan, itu bisa mencegah,” terangnya.

Baca: MUI Jateng Serukan Salat Idul Fitri di Rumah, Ini Tata Caranya

Ganjar mengakui menyadari banyak pertimbangan yang diambil bupati/wali kota di Jateng untuk mengizinkan salat Idul Fitri berjemaah. Tapi sebenarnya lanjut dia, syarat untuk melakukan itu sangat ketat, yakni bisa dikendalikan dan daerahnya berwarna hijau (tidak ada kasus positif Covid-19).

“Tapi problemnya, kalau ada yang OTG (orang tanpa gejala), ini kan tidak bisa terdeteksi. Kekhawatiran kami, kalau OTG ini menjadi bagian dalam kegiatan itu, kan sulit mengontrolnya,” ujarnya.

Apalagi, banyak orang saat ini yang masih nekat mudik dari daerah zona merah. Kalau salat Idul Fitri berjemaah diizinkan, bukan tidak mungkin akan terjadi penularan.

“Meskipun jarak sudah diatur, tapi tanpa sadar orang bersalaman, berdekatan. Itu ada potensi yang membahayakan,” terangnya.

Baca: Pemkab Kudus Instruksikan Warga Salat Idul Fitri di Rumah, Hartopo: Jangan Salah Persepsi

Ganjar menyebut juga sudah melakukan komunikasi dengan para bupati/wali kota yang memperbolehkan pelaksanaan salat Idul Fitri di masjid. Tujuannya agar keputusan itu bisa ditinjau kembali.

“Saya sudah komunikasi dengan Bupati Karanganyar, tapi belum ada jawaban. Saya coba WA terus, dan dari Kemenag akan menghampiri untuk diajak bicara. Kalau Kota Tegal, saat saya konfirmasi Wali Kotanya bilang tidak begitu, dia meralat pernyataanya. Saya menyarankan kepada semuanya, mari kita ikuti aturan untuk salat Idul Fitri di rumah saja,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.