Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ketua DPRD Jepara Dilaporkan ke Badan Kehormatan, 36 Anggota Sampaikan Mosi Tak Percaya

MURIANEWS, Jepara – Suhu politik di Kabupaten Jepara di tengah masa pandemi virus corona mulai memanas. Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali dilaporkan oleh 36 anggotanya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Jepara.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bahkan dimosi tidak percaya. Ia dinilai banyak melakukan pelanggaran etik. Di antaranya adalah sering mangkir saat rapat, dan menggunakan fasilitas lembaga untuk kepentingan pribadi.

Tiga orang wakil Ketua DPRD Jepara, masing-masing Pratikno (Nasdem), Junarso (PDI P) dan H. Nuruddin Amin (PKB), didampingi sejumlah anggota DPRD Jepara lainnya, Minggu (17/5/2020) menggelar konfrensi pers.

Mereka menyatakan, secara resmi persoalan mosi tak percaya yang sempat mengemuka di internal DPRD Jepara, diteruskan ke BK untuk ditindak lanjuti.

Pratikno menyatakan, langkah pelaporan ke BK dilakukan dalam rangka menindaklani sikap mosi tidak percaya 36 anggota DPRD kepada ketua DPRD Jepara Imam Yusdi pada 4 Mei 2020.

Terkait mosi tersebut Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali juga sudah menyampaikan lima poin pernyataan dan hal ini harus diselesaikan secara konstitusional.

“Kemudian ada banyak laporan masyarakat yang harus ditindak lanjuti juga. Kami dari unsure pimpinan, setelah menelaah semua yang berkembang akhirnya memutuskan melaporkan masalah ini ke BK. Sehingga segera bisa ditangani sesuai kelembagaan dan memberi kejelasan bagi masyarakat,” ujar Pratikno, Minggu (17/5/2020) di Gedung DPRD Jepara.

Ia menyebutkan, laporan resmi ke BK DPRD Jepara sudah disampaikan pada Jumat (15/5/2020) kepada Sekwan dan disaksikan oleh dua anggota DPRD masing-masing Chaerul dan Solikin yang merupakan anggota BK.

Selanjutnya BK diharapkan bisa segera menyelesaikan persoalan ini dan menyampaikan hasil penanganannya. Sehingga marwah DPRD Jepara dan kewibawaannya tetap terjaga.

Sedangkan, Junarso (Wakil Ketua dari PDI P) menyatakan, pelaporan ke BK merupakan langkah konstitusional yang dinilai paling tepat secara kelembagaan.

Selanjutnya mekanisme BK diharapkan bisa segera berporses. Dalam hal ini pihaknya meminta agar semua pihak menghormati proses yang akan dijalankan BK.

“Kami kira lebih baik semua persoalan ini disampaikan ke BK dan biarkan diselesaikan disana. Apa yang akan dilakukan oleh BK, maka wajib semua pihak menghormatinya,” ujar Junarso, dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Sutrisno salah satu anggota DPRD Jepara menyatakan, sebelumnya 36 orang anggota DPRD Jepara sudah menyampaikan mosi tak percaya kepada Imam Zusdi Ghozali. Sikap ini juga diteruskan dengan laporan ke BK.

Mosi tidak percaya 36 anggota DPRD Jepara dewan muncul lantaran Imam Zusdi Ghozali sebagai Ketua DPRD Jepara, dinilai banyak melakukan pelanggaran etik. Diantaranya adalah sering mangkir saat rapat, dan menggunakan fasilitas lembaga untuk kepentingan pribadi.

Imam Zusdi Ghozali sendiri menyatakan belum bisa memberi statemen terkait hal ini. Saat dihubungi dirinya mengaku masih berada di Balong, Keling, Jepara tengah membagikan bantuan sembako. Secepatnya dirinya akan menyampaikan statemennya kepada para wartawan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...