Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MUI Jateng Serukan Salat Idul Fitri di Rumah, Ini Tata Caranya

MURIANEWS, Kudus – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengeluarkan seruan kepada warga untuk melakukan Salat Idul Fitri dan kotbah di rumah masing-masing. Bahkan MUI juga sudah mengeluarkan tuntunan cara dan naskah khotbah salat Idul Fitri di rumah.

Ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemutusan rantai penyebaran virus corona. Hal ini ditegaskan Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji.

Ia mengatakan, jika salat Idul Fitri tetap digelar di masjid atau di lapangan, maka perilaku untuk tidak berdekatan safnya, tidak bersalaman hingga salat tidak berdekatan, itu akan sulit dilakukan.

Belum lagi, jika ada pendatang ikut salat, padahal belum diketahui baru mudik atau tidak,  jelas itu patut diperhatikan.

“Pendapat ulama (MUI)  bahwa Salat Id bisa dilakukan di rumah. Kalau sendirian, ya tanpa khotbah. Masak ngotbahi dewe. Tapi kalau itu berjemaah, ada anaknya, ada istrinya, dia bisa lakukan Salat Idul Fitri berjemaah, sehingga ada khatibnya,” katanya.

Dia menerangkan, untuk khatib di rumah masing-masing bisa dilakukan oleh bapak, suami, atau anak laki-laki dewasa. Mereka bisa bergantian, atau satu orang merangkap imam sekaligus khatib.

MUI  telah mengeluarkan tuntunan tata cara Salat Idul Fitri dan khotbahnya. Sehingga masyarakat tidak perlu bingung untuk melakukannya di rumah masing-masing.

Yaitu bagi orang yang tidak biasa menjadi imam dan khotbah, MUI memberikan tuntunan, seperti yang bertindak jadi imam bisa melakukan takbir tujuh kali, membaca Surat Al Fatihah dilanjut Surat Al Ikhlas di rakaat pertama. Pada rekaat kedua, imam membaca takbir lima kali, Surat Al Fatihah dan Surat Annas.

Contoh teks khotbah juga bisa diakes masyarakat. Dengan durasinya sekitar tujuh menit. Hal itu semua biar masyarakat mudah melakukannya, dan protokol kesehatan juga tetap tak terabaikan.

Pihaknya juga menyinggung halal bihalal bisa dilakukan tanpa harus bertemu. Masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Zoom, telepon, SMS, WhatsApp dan sejenisnya.

Berikut tuntunan Salat Idul Fitri Dalam Suasana Covid-19:

Niat Salat

Imam : Usholli sunnatan li ‘idil Fitri rok’ataini imaman lillahi ta’ala Allahu Akbar
Makmum : Usholli sunnatan li ‘idil Fitri rok’ataini makmuman lillahi ta’ala Allahu Akbar

 

Rakaat Pertama

  1. Imam membaca Allahu Akbar 7x ditirukan makmum.
  2. Membaca Surat Al Fatihah.
  3. Membaca Surat Al Ikhlas (Qul huwallahu ahad) atau surat yang lain.
  4. Ruku’.
  5. I’tidal dengan membaca Sami’allahu liman hamidah.
  6. Sujud.
  7. Duduk antara dua sujud.
  8. Sujud.
  9. Berdiri ke rekaat kedua dengan mengucap Takbir (Allahu Akbar).

 

Rakaat Kedua

  1. Imam membaca Allahu Akbar 5x ditirukan makmum.
  2. Membaca Surat Al Fatihah.
  3. Membaca Surat An Nas (Qul a’udzu birobbin nas) atau surat yang lain.
  4. Ruku’.
  5. I’tidal dengan membaca sami’allahu liman hamidah.
  6. Sujud.
  7. Duduk antara dua sujud.
  8. Sujud.
  9. Duduk membaca Tahiyat sampai selesai.
  10. Salam.
  11. Dilanjutkan Khotbah.

Imam Darodji juga menyebut, pada rakaat pertama jika hafal dianjurkan membaca Surat Al A’la (Surat ke 87). Sementara pada kedua sekiranya hafal membaca Surah Al Ghatsiyah (Surat ke 88).

Kalau lupa membaca Allahu Akbar 7 kali pada rakaat pertama atau Allahu Akbar 5 kali pada rekaat kedua atau kedua-duanya lupa, shalatnya tetap sah.

“Ya tidak apa-apa, karena lupa. Meskipun tidak membaca Alahu akbar tujuh kali pada rakaat pertama, tidak membaca Allahu akbar lima kali pada rakaat kedua, tetap sah,” terang Darodj

Imam tidak harus sekaligus Khotib. Bisa satu orang Imam dan satu orang Khotib, asal laki-laki dewasa (Bapak/Suami atau anak laki-laki dewasa).

Bagi yang menginginkan naskah Khotban Idul Fitri dari MUI bisa diunduh pada tautan berikut: Naskah Khotbah Idul Fitri 1441 H.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...