Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PPDB SD dan SMP di Blora Digelar Akhir Juni, Ini Ketentuannya

MURIANEWS, Blora – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Blora akan dimulai 29 Juni 2020 mendatang. Selama dalam pandemi corona, proses PPDB ini akan dilakukan secara online.

Untuk tingkat PAUD dan SD negeri sendiri PPDB akan berakhir hingga 4 Juli 2020. Sementara tingkat SMP jadwalnya lebih singkat yakni mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2020.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora Endang Rukmiati mengatakan, sesúai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Momor 44 tahun 2019 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA & SMK serta Peraturan Bupati Nomor 24 Tahun 2020, mengatur beberapa ketentuan.

Antara lain, calon peserta didik baru TK dan SD ditekankan pada usia paling rendah empat tahun untuk kelas A dan 6 tahun atau paling rendah 5 tahun untuk kelas B.

Kemudian, calon peserta didik baru kelas 1 SD berusia 7 tahun sampai 12 tahun atau paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan, sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 tahun sampai dengan 12 tahun.

Kuota PPDB berbasis zonasi 80 persen dari daya tampung, 15 persen afirmasi dan 5 persen karena perpindahan tugas orang tua. Tidak ada tes membaca, menulis maupun berhitung.

Selanjutnya, calon peserta didik baru SMP berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Adapun PPDB jenjang SMP dilaksanakan melalui empat jalur.

Yakni, jalur zonasi paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah, termasuk kuota bagi anak penyandang disabilitas. Penilaian zonasi berdasarkan jarak dari Google Map.

Kemudian, jalur Afirmasi, paling sedikit 15 persen dari daya tampung sekolah diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berdomisili di dalam/di luar wilayah zonasi sekolah. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan KIP, PKH.

Berikutnya adalah jalur perpindahan tugas orangtua sebanyak 5 persen dari daya tampung sekolah. Jalur ini dapat digunakan untuk anak guru, TNI, Polri, pengusaha yang dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang memperkerjakan.

Terakhir, jalur prestasi sebanyak 30 persen dari daya tampung sekolah. Jalur ini ditentukan berdasarkan akumulasi nilai rapor lima semester terakhir dan/atau prestasi akademik maupun nonakademik di luar rapor/hasil lomba dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun internasional.

“Pelaksanaan PPDB mengikuti protokol kesehatan terkait Covid-19. Sekolah dilarang mengumpulkan orang tua maupun siswa. Oleh karena itu ada relaksasi, tidak perlu ada legalisasi tetapi wajib menyertakan surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik tentang kebenaran data yang diupload di website nantinya,” pungkasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...