Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Produksi Kue Lebaran Rumahan di Kudus Lesu Diterjang Corona

MURIANEWS, Kudus – Produksi kue Lebaran di Kabupaten Kudus mengalami penurunan yang signifikan di tengah pandemi corona. Tak tanggung-tanggung, produksinya turun lebih dari 50 persen.

Arif Nur Habibi, salah satu pelaku usaha kue kering rumahan di Kudus mengaku tahun ini adalah tahun paling berat selama dia produksi. Arif sendiri telah menekuni usaha tersebut sejak 10 tahun terakhir.

“Tahun ini paling berat. Jumlah produksi menurun karena permintaan berkurang,” katanya saat ditemui di rumah produksinya di kawasan Desa Purwosari, Kudus, Rabu (13/5/2020).

Pada MURIANEWS, Arif menjelaskan sebelum pandemi corona, dia bersama belasan pegawainya bisa mengolah adonan hingga dua ton menjelang Lebaran. Namun kini, saat corona mewabah, pihaknya hanya mengolah sekitar 800 kilogram saja.

“Jumlah pegawai kami juga berkurang karena memang produksinya berkurang,” ujarnya.

Waktu produksi juga sempat tersendat beberapa waktu lalu. Arif menjelaskan, jika biasanya dia dan karyawannya sudah beroperasi saat momen Dandangan dibuka, kini dia baru mulai beroperasi saat puasa pertama.

Yang paling berdampak dari pengurangan produksi tersebut, katanya, jelas pada omzet. Di masa Lebaran sebelumnya biasanya menjual puluhan kardus kue ke sejumlah daerah via offline.

“Satu kardusnya berisi 24 kue aneka macam, per toplesnya Rp 12 ribu,” jelasnya.

Namun saat masa pandemi kali ini, dia hanya bisa menjual sebanyak-banyaknya tujuh karton. “Itu tidak sehari, karena banyak reseller yang mundur, toko-toko juga hanya memesan sedikit,” jelas dia.

Agar tetap bisa berjalan, pihaknya pun kini menggencarkan penjualan via online.Walau tak sebanyak toko offline, Arif mengaku bersyukur masih cukup banyak peminatnya.

“Walau memang kami menjualnya per toples, setidaknya masih bisa produksi dan pegawai masih bisa bekerja,” lanjutnya.

Soal kualitas kuenya, Arif menjelaskan jika dia tetap memakai bahan yang alami dan tanpa pemanis buatan. Walau omzetnya berkurang, dia memastikan tak akan mengubah cita rasa dari kuenya tersebut.

“Saya tetap menggunakan resep yang konsisten supaya mutu dan rasanya tetap terjaga,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...