Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

PPDB Pakai Nilai Rapor Bukan UN, SMAN 1 Kudus Siapkan 396 Kursi

MURIANEWS, Kudus – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Tengah akan dimulai awal Juni 2020 mendatang. Pelaksanaan seleksi siswa di sekolah yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jateng ini akan berbeda dengan sebelumnya.

Proses PPDB akan menyesuaikan protokol kesehatan di masa pandemi corona. Oleh karenanya, dalam proses ini semua dilakukan melalui online secara total.

Seperti yang digelar di SMAN 1 Kudus. Sekolah ini menyiapkan kuota sebanyak 396 kursi dalam PPDB kali ini. Jumlah itu terdiri dari 11 kelas yang dibagi dalam dua jurusan yakni IPA dan IPS.

Pada PPDB tahun sebelumnya, meski pendaftaran sudah melalui online namun proses verifikasi berkas masih manual. Yakni siswa harus datang ke sekolah. Sementara tahun ini semua melalui online.

Kepala SMA N 1 Kudus Shodiqun menyatakan, di tahun ini calon peserta didik baru tidak perlu datang kesekolahan untuk pemberkasan.

”Calon siswa diharuskan melakukan scan dan upload berkas yang diperlukan dalam PPDB,” katanya, Rabu (13/5/2020).

Ia menyebut, akan ada 11 kelas yang dibuka tahun ini. Di mana setiap kelas nantinya akan diisi 36 orang.

”Ada dua jurusan IPA dan IPS. Karena tahun ini yang lulus ada 12 kelas, jadi nanti bisa juga di buka 12 kelas. Tapi masih menunggu,” ujarnya.

Proses seleksi sendiri tidak akan lagi menggunakan nilai Ujian Nasional (UN). Melainkan menggunakan nilai rapor dari semester satu hingga semester lima.

“Karena memang tahun ini tidak ada UN, jadi ya pakai nilai rapor sesuai petunjuk Disdik Provinsi Jateng,” jelasnya.

Baca: PPDB SMA/SMK Jateng Dimulai 2 Juni, Ganjar Usul Anak Nakes Pejuang Covid Diberi Jalur Khusus

Sistem zonasi disebutnya juga berbeda dengan tahun lalu. Di mana saat ini hanya 50 persen untuk zonasi, sementara sisanya terdiri dari jalur afirmasi 15 persen, jalur prestasi 30 persen dan jalur perpindahan orangtua sebesar 5 persen.

“Jadi bagi mereka yang tidak bisa melalui jalur zonasi, bisa melalui jalur lain,” ucapnya

Rencanannya calon peserta didik baru yang sudah diterima di sekolahnya akan mengikuti proses pendidikan mulai 13 Juli 2020.

“Sambil melihat perkembangan ke depan Covid-19 di Kudus. Jika sudah membaik 13 Juli masuk, jika tidak bisa sampai bulan September ataupun Desember 2020,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Jateng Jumeri mengatakan, PPDB tingkat SMA/SMK di Jateng akan dimulai 2-4 Juni 2020 untuk jalur inklusi dan kelas olahraga. Sementara jalur reguler akan dimulai pada 15-25 Juni 2020.

Semua pelaksanaan pendaftaran akan dilaksanakan secara online. Siswa dan orang tua siswa diminta tidak perlu datang ke sekolah untuk melakukan pendaftaran.

Pihaknya juga memastikan jika tak lagi menggunakan nilai UN sebagai acuan dalam seleksi siswa. Jumeri juga menyebut telah menyosialisasikan hal ini ke satuan-satuan pendidikan di Jateng.

“Kami sudah berikan perintahkan ke kasek SMP negeri maupun swasta dan MTs untuk membuat surat keterangan nilai rapor itu,” terangnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...