Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tidur Sepanjang Hari saat Puasa Ramadan, Begini Hukumnya

MURIANEWS, Solo – Bulan Ramadan memang selalu dinantikan umat muslim di dunia. Ini lantaran di bulan penuh kemenangan ini, apa yang dilakukan mendapat pahala berlipat ganda. Termasuk tidur.

Hal ini tertuang dalam hadist yang disampaikan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Hadist tersebut berbunyi: Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Doanya adalah doa yang mustajab.

Namun, banyak orang yang salah mengartikan hadist tersebut dan menghabiskan bulan penuh berkah tersebut dengan tidur-tiduran semata.

Kondisi tubuh yang terasa lemas saat puasa seringkali dijadikan alasan untuk tidur sepanjang hari, usai makan sahur atau setelah shalat subuh hingga jelang berbuka.

Lantas, bagaimana hukum orang yang tidur sepanjang hari saat puasa Ramadan?

Mengutip dari Kompas.com, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dr H Syamsul Hidayat mengatakan, orang yang tidur sepanjang hari saat puasa Ramadan tidak membatalkan puasa.

Kendati demikian, tidur seharian ketika berpuasa akan menurunkan nilai dari pahala yang didapat dari puasa tersebut.

“Ya puasanya tetap sah, insyaallah, tetapi nilainya rendah,” kata Syamsul.

Hal itu dikarenakan, seharusnya saat puasa Ramadan harus diisi dengan banyak kegiatan yang positif seperti salah satunya dengan ibadah.

“Misalnya dengan beribadah, baca Al Quran, mengkaji ilmu, bersedekah dan bekerja,” jelas Syamsul lagi.

Syamsul pun kembali menegaskan, orang yang tidur seharian tersebut tak lebihnya hanya mendapat lapar dan haus. Hal itu seperti dalam sebuah hadis:

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang.” (HR. Ahmad).

Syamsul menjelaskan, bagi umat muslim yang tengah berpuasa di bulan Ramadan tetap diperbolehkan untuk tidur dengan secukupnya.

“Ya tidur tentu boleh tapi secukupnya, dan lebih banyak diisi kegiatan produktif dunia dan akhirat,” kata Syamsul.

Selain itu, umat muslim tidak diperbolehkan bagi mereka untuk meninggalkan salat wajib. Terlebih di bulan Ramadan.

Sementara itu, tidur hendaknya dipahami sebagai salah satu hikmah penciptaan siang dan malam. Allah menciptakan siang untuk menebar kebaikan di muka bumi dan malam untuk berkontemplasi istirahat.

Ini sudah diatur Islam dalam Firman Allah dalam Al Quran Surat Ar-Rum Ayat 23

“Di antara tanda-tanda-Nya yang agung yang menunjukkan kekuasaan-Nya dan keesaan-Nya, yaitu tidur kalian di waktu malam dan tidur kalian di siang hari untuk beristirahat dari letihnya pekerjaan kalian. Di antara tanda-tanda-Nya bahwa Dia menjadikan siang agar kalian bergerak di muka bumi untuk mencari rezeki dari Rabb kalian. Sesungguhnya di dalam hal itu benar-benar terdapat bukti-bukti bagi kaum yang mendengarkan dengan pendengaran yang penuh perhatian dan penerimaan.”

Seperti halnya penjelasan Syamsul tadi, menurut pandangan Madzhab Syafi‘i juga menyatakan bahwa orang yang tidur seharian saat puasa Ramadan tidak akan membatalkan puasa.

Pakar Usul Fiqh Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Mulyono Jamal, pun mengatakan hal yang sama. Jamal menjelaskan, tidur sepanjang hari saaa puasa Ramadan tidak akan membatalkan puasa.

“Tapi kalau tidurnya sepanjang hari ya tak dapat pahala, zero pahala,” kata Jamal saat dikonfirmasi terpisah.

Terlebih, kata Jamal, apabila tidur seharian tersebut hingga meninggalkan shalat wajib justru akan berakibat dosa.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...