Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

DKPP Jamin Ketersediaan Pangan di Jepara Aman Hingga Lebaran

MURIANEWS, Jepara – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara menjamin ketersediaan stok pangan selama Ramadan dan lebaran. Kendati pandemi Covid-19 terjadi, namun masalah-masalah ketersediaan pangan di Jepara masih dalam kondisi aman terkendali.

Kepala DKPP Jepara Achid Setiawan menyatakan, meski dalam situasi pandemi Covid-19, proses kegiatan di bidang pangan masih terus berjalan. Kegiatan produksi dan distribusi pangan harus tetap berjalan di tengah situasi yang terjadi.

DKPP juga terus memantau dan mengawal stabilitas pasokan pangan dan harga pangan. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, akan sesegera mungkin diambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Sejauh yang kami amati sampai saat ini untuk ketersediaan pangan masih cukup sepanjang Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Jumlah stok pangan khususnya beras, tidak ada masalah. Kami akan amati terus,” ujar Achid Setiawan, Senin (11/5/2020).

DKKP Jepara dalam kaitan ini juga melakukan sebuah sebuah langkah-langkah strategis bersama toko dan mitra swasta. Bersama mereka dibuat sebuah komitmen bersama untuk menyerap hasil panen petani, terutama padi yang akan segera memasuki panen raya.

Sejumlah toko dan mitra swasta sudah menyampaikan komitmennya untuk membeli gabah kering giling (GKG). Pembelian juga sudah disepakati dengan menggunakan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Puncak panen raya pada bulan April tahun ini meningkat dibanding dengan tahun lalu. Untuk tahun ini produksi GKG mencapai 90 ribu ton. Sedangkan tahun sebelumya 62 ribu ton. Sampai dengan Mei 2020 stok pangan khususnya beras jumlahnya tinggi,” jelas Achid Setiawan.

Sementara itu Kabid Ketahanan Pangan DKPP Jepara, Sujima menyatakan jaminan aman untuk stok pangan di Jepara pada Mei ini didasarkan data-data yang ada.

Berdasarkan data prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pada Mei tahun ini, untuk ketersediaan beras masih tinggi, mncapai 67 ribu ton. Jumlah ini melebihi jumlah ketersediaan untuk komoditas jagung yang jumlahnya 66 ribu ton

“Jumlah kebutuhan beras pada bulan yang sama untuk masyarakat Jepara diperkirakan hanya sebesar 11 ribu ton . Sehingga dari hitung-hitungan di atas kertas tidak ada yang perlu dicemaskan terkait dengan ketersediaan pangan, dalam hal ini beras,” ujar Sujima.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...