Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Banjaran Desak Tim GTPP Jepara Tak Izinkan Pasien Covid-19 Diisolasi di Rumah

MURIANEWS, Jepara – Masyarakat desa Banjaran, Kecamatan Bangsri mendesak Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 melakukan isolasi terhadap pasien kasus Covid 05.

Mereka meminta agar isolasi terhadap pasien di lakukan di fasilitas khusus yang disediakan oleh Pemerintah.

Nurudin Amin, anggota DPRD Jepara yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Bangsri mengatakan, terjadi keributan di masyarakat Banjaran, setelah diketahui adanya pasien Covid-19.

Baca: Satu Lagi Warga Jepara Positif Covid-19, Warga Banjaran dan Masih Isolasi Mandiri

Apalagi pasien tersebut sudah sejak 30 April 2020 berada di rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Nurudin Amin, ketakutan masyarakat terutama terkait dengan kemungkinan menularnya virus ini. Mereka menilai isolasi mandiri yang dilakukan sendiri di rumah berpotensi menularkan ke orang lain.

Sehingga mereka meminta agar pasien Covid 05 Jepara ini bisa diisolasi di RS atau fasilitas milik pemerintah lainnya.

“Sampai semalam setahu saya ada rapat warga membahas masalah ini. Bagaimana caranya agar bisa meredam keresahan warga. Hari ini mudah-mudahan sudah ada solusi terbaik, sehingga tidak terjadi masalah di masyarakat terkait masalah ini,” ujar Nuruddin Amin, Sabtu (9/5/2020).

Baca: Hasil Tracing Pasien Covid-19 Asal Banjaran Jepara, Sepuluh Orang Langsung Diswab

Terpisah, Juru Bicara GTPP Covid 19 Jepara, dr Fachruddin menyatakan, Sabtu (9/5/2020) hari ini, pasien covid asal Banjaran akan diambil sample swab-nya.

Pengambilan sample dilakukan di RSUD Kartini Jepara. Selanjutnya setelah proses ini pasien akan dirawat di ruang isolasi di RS Graha, Jepara.

Rawat isolasi terhadap pasien akhirnya diputuskan dilakukan di RS Graha, setelah mempertimbangkan berbagai hal. Karena terjadi keresahan warga Banjaran, keputusan untuk melakukan karantina ini akhirnya dilakukan.

Meski sebenarnya melihat kondisinya, pasien bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Mempertimbangkan masalah psikis dari pasien akhirnya kami rawat isolasi di RS Graha Jepara. Untuk di Nalumsari II yang sebenarnya sudah disiapkan juga, secara psikis sepertinya masih belum tepat bagi pasien ini. Kami kuatir nanti malah kondisinya menurun kalau situasi psikisnya terganggu,” ujar dr Fachruddin.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...