Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ramadan, Harga Kelapa Kopyor Khas Pati Meroket

MURIANEWS, Pati – Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kelapa kopyor, membuat buah khas Pati itu harganya semakin meroket.

Bahkan, untuk satu biji kelapa kopyor, harganya bisa mencapai Rp 45 ribu untuk ukuran besar.

Penjual kelapa kopyor asal Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti Muhlisin mengatakan, harga kelapa kopyor sempat berada di titik nadir.

Hal itu terjadi dua pekan sebelum masuk bulan puasa akhir April lalu. Saat itu harga kopyor berbagai ukuran harganya hanya mencapai kisaran Rp 5-10 ribu saja.

Rendahnya harga karena dampak Covid-19 yang memaksa sebagian daerah untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, saat ini harganya sudah kembali melonjak ditengah Ramadan tahun ini.

“Saat itu kita memang tidak bisa kirim ke luar kota. Terutama ke Jakarta, Tangerang, Surabaya dan sejumlah kota lain. Sehingga, harganya saat itu sangat murah. Bahkan karena tidak laku, kelapa kopyor kadang kita bagi-bagi kan kepada keluarga dan tetangga,” ujarnya.

Sementara pemilik kebun sekaligus pengelola tempat wisata agrokopyor di Desa Kenanti, Kecamatan Dukuhseti Ismail mengatakan, pandemi Covid-19 sangat berimbas terhadap usaha yang digelutinya.

Namun, ia tetap bersyukur anjloknya harga kopyor hanya berlangsung sesaat. Karena, memasuki Ramadan harga kopyor berangsur naik.

“Pesanan sudah mulai banyak. Untuk ukuran kecil kisaran harga kopyor antara Rp 20-30 ribu. Ukuran sedang antara harga Rp 30-45 ribu. Sedangkan ukuran besar saat ini sudah mencapai Rp 50 ribu. Saya yakin harganya akan terus naik hingga lebaran nanti. Untuk ukuran besar yang saat ini Rp 50 ribu nanti bisa mencapai Rp 70 ribu,” rincinya.

Pihaknya juga sudah menutup tempat wisata kopyor miliknya sejak sebulan yang lalu. Hal itu tak terlepas dari imbauan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sedangkan untuk kelapa kopyor, bulan puasa ini ia masih melayani sejumlah permintaan baik lokal ataupun luar kota.

“Kalau untuk konsumsi lokal ya sekitar sini saja dan dari Juwana. Sedangkan dari luar kota, ada yang dari Rembang. Namun terbanyak pesanan datang dari Kudus. Tidak hanya buah, pembeli yang datang sebagian ada juga yang membeli bibit kelapa kopyor,” jelasnya.

 

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...