Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

13 Nakes Positif Corona di RS Mardirahayu Kategori OTG, Pelacakan Riwayat Kontak Diperdalam

MURIANEWS, Kudus – Tim Gugus Tugas Covid-19 Kudus hingga kini masih melakukan tracing riwayat kontak erat para tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sampai saat ini kami masih coba menelusuri rekam kontak mereka,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas, dr Andini Aridewi, Senin (4/5/2020).

Pelacakan kontak juga akan diperdalam lagi. Mengingat para nakes yang terkonfirmasi positif bukanlah nakes yang bertugas secara langsung menangani pasien Covid-19 di rumah sakit.

Mereka, kata Andini, bisa jadi terpapar di luar rumah sakit. “Karena para nakes juga beraktivitas di luar rumah sakit,” katanya.

Andini menjelaskan, ke 13 tenaga kesehatan tersebut juga telah menjalani isolasi dan mendapat perawatan di RS Mardi Rahayu Kudus.

Untuk kondisinya, sampai saat ini para tenaga medis dalam keadaan sehat. Tidak ada gejala Covid-19 yang dirasakan para nakes sampai saat ini.

“Karena mereka memang Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sebelumnya reaktif saat dirapid,” terangnya.

Baca: Konfirmasi 13 Nakes Positif Corona, Dirut RS Mardi Rahayu: Tiga di Antaranya Dokter Spesialis

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu dokter Pujianto mengatakan pihaknya telah melakukan screening dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 763 orang .

Hal ini menyusul keluarnya hasil swab test terhadap sebagian karyawan rumah sakit yang hasil RDT-nya reaktif. Hasilnya yakni 13 nakes dinyatakan positif tertular Covid-19.

Dari 763 orang, sebanyak 359 orang di antaranya telah menjalani screening RDT. ”Sedangkan sisanya 404 orang akan diselesaikan proses screening sampai dengan 5 Mei 2020,” jelas Pujianto.

Sementara untuk 13 nakes tersebut, tiga di antaranya adalah dokter spesialis. Kemudian satu apoteker, satu orang tenaga teknis kefarmasian (TTK), dan sisanya adalah perawat. “Jadi bukan tenaga medis, tapi tenaga kesehatan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...