Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Hanya Usul, Ganjar Siap Pendapatannya Dipotong 100 Persen untuk Lawan Corona

MURIANEWS, Semarang – Usulan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar pemerintah memotong pendapatan ASN golongan III ke atas sebesar 50 persen menuai pro dan kontra. Ada yang setuju dan menolak, dan ada yang melontarkan pertanyaan yang bernada tantangan kepada Ganjar.

Yakni apakah Ganjar bersedia jika gajinya dipotong. Menanggapi hal ini Ganjar Pranowo menyatakan, tak hanya gaji, seluruh pendapatannya pun siap dipotong total untuk membantu negara melawan corona.

Apalagi menurut dia, sejak dia dilantik sebagai gubernur pada periode pertama 2013 lalu, Ganjar mengaku selalu mengembalikan gajinya.

“Ada yang nanya, gubernur berani tidak gajinya dipotong 85 persen. Maaf, untuk gaji tidak pernah saya ambil sejak 2013, saya kembalikan,” kata Ganjar, Sabtu (2/5/2020).

Ganjar menyebut, sebenarnya yang dia harapkan dari pemotongan gaji ASN adalah spirit berbagi saat negara dalam kondisi krisis. Oleh karenanya, saat Ganjar mengusulkan pemotongan itu dalam Musrembangnas, Ganjar mengambil contoh ASN golongan tiga.

Dengan penyebutan contoh tersebut, Ganjar berharap seluruh ASN apapun golongan dan jabatannya terketuk untuk berempati lebih.

“Sebenarnya bukan soal golongannya, bukan persentasenya. Kalaulah soal gradual bisa dilakukan, dimulai saja dari pejabatnya dulu,” ujarnya.

Asumsi Ganjar, jika seluruh kepala daerah, bahkan sampai pusat juga punya komitmen seperti itu pasti akan memberi energi positif pada penanganan Covid-19 dan akan diikuti oleh jajarannya. Ganjar mengatakan dengan langkah demikian betapa banyak kebutuhan masyarakat yang bisa tercukupi.

Ganjar Pranowo menegaskan bukan persoalan besaran nominal atau persentase saat mengusulkan pemotongan pendapatan ASN. Di masa pagebluk ini, menurut Ganjar salah satu kekuatan besar yang dimiliki negara ini mesti turun gunung, yaitu para ASN.

Baca: Ganjar Usulkan Pendapatan Pejabat ASN Dipotong 50 Persen saat Pandemi

Presiden telah menginstruksikan merelokasi dan merealokasi anggaran untuk penanganan agar semakin banyak masyarakat diselamatkan. Bahkan di level provinsi, anggaran sebesar Rp 2,2 triliun dialokasikan Pemprov Jateng untuk menangani corona.

Ganjar khawatir jika ini semua belum cukup. Apalagi sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir.

“Saya khawatir, yang diprediksi Juni akan selesai, justru di Jateng baru sampai puncak. Apalagi seperti yang disampaikan Pak Yuri dari Gugus Tugas, Semarang bisa jadi epicentrum baru. Karena transmisi lokal telah terjadi,” kata Ganjar.

Dari situ Ganjar menilai perlu adanya peran serta dari semua pihak, termasuk dari ASN yang merupakan kekuatan terbesar Indonesia.

Meski ada yang sepakat, Ganjar pun tidak memungkiri ada sebagian pihak yang menolak usulannya tersebut. Pemerintah Pusat pun juga belum memberi tanggapan untuk hal itu.

Meski demikian, Ganjar berharap usulan itu dipertimbangkan betul-betul agar jadi pemicu semangat untuk berempati dalam kondisi yang unpredictable.

“Empati intinya. Dan kita tunjukkan profesionalisme. Jangan lagi nanti bicara soal distribusi yang repot. Kan yang ngurus data kita, tugas dan kerjaan kita. Maka ayo tunjukkan itu. Kita tunjukkan bahwa ya kita profesional. Artinya sensitivitas ini mesti kita bangun sebagai anak-anak bangsa secara bersama-sama,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...