Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Curhat Buruh ke Ganjar: Tak Bisa Demo karena Corona, Kena PHK saat May Day

MURIANEWS, Semarang – Hari ini tepat 1 Mei, di seluruh duni diperingat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tiap tahun, peringatan Hari Buruh biasa diwarnai dengan aksi unjukrasa para buruh.

Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan untuk peningkatan kesejahteraan. Namun tahun ini beda. Para aktivis buruh pun tak turun ke jalan untuk demonstrasi, karena tengah mewabahnya virus corona.

Apalagi tak sedikit dari mereka yang terkena dampak meluasnya Covid-19 ini. Ada yang dirumahkan, bahkan kena PHK.

Ini yang dialami oleh sejumlah buruh yang tinggal di Rusunawa Kudu, Genuk, Semarang, dan di Rusunawa Gedanganak, Kabupaten Semarang.

Sebagian besar penghuni rusunawa itu telah diPHK atau dirumahkan karena terdampak pandemi. Saat dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (1/5/2020) mereka pun curhat keadaanya.

“Di rusunawa ini, 75 persen dihuni oleh buruh pabrik. Hampir semuanya sudah terdampak, ada yang di PHK atau dirumahkan,” kata Mujiono (65), salah satu buruh yang tinggal di rusunawa Kudu.

Ia mengaku sudah dua pekan dirumahkan dari pekerjaannya di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sisa tabungan selama bekerja, Ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Alhamdulillah dapat bantuan sembako dari Pak Gubernur. Bisa membantu kami yang terdampak Corona ini,” ujarnya.

Ganjar datang ke rusunawa yang dihuni para buruh yang terdampak wabah ini memang untuk menyalurkan bantuan sembako di Hari Buruh ini.

Buruh lain yang kena PHK, Sugeng Khotib tidak menyangka mendapat bantuan sembako dari Ganjar. Selama dua bulan tidak bekerja, Sugeng mengaku sangat kesulitan menjalani kehidupan.

“Sekarang kerja serabutan, bantu nyapu bersih-bersih di rusunawa ini. Semuanya demi mencukupi anak istri,” terangnya.

Sugeng menerangkan, peringatan May Day tahun ini memang berbeda dari tahun biasanya. Jika tahun-tahun lalu Ia juga ikut demonstrasi, saat ini Ia tidak begitu semangat.

“Tidak demo sekarang, kondisinya sudah seperti ini. Saya terima kenyataan saja, demo sekarang tidak penting, yang penting itu bantuan,” terangnya.

Cerita yang cukup menyedihkan datang dari sejumlah karyawan yang menempati Rusunawa Gedanganak Kabupaten Semarang. Kepada Ganjar mereka mengaku jika telah dirumahkan tanpa diberi gaji oleh perusahaan masing-masing.

Salah satunya disampaikan Armi (35), karyawan salah perusahaan garmen di Kabupaten Semarang. Selama dua bulan dirumahkan, Armi mengaku tidak mendapatkan gaji sepeserpun.

“Saya tidak dapat gaji, sudah dua bulan tidak gajian. Padahal kebutuhan terus ada,” katanya kepada Ganjar.

Sepengetahuannya ia tidak diberi gaji selama dirumahkan, karena statusnya karyawan kontrak. Ia juga tak tahu apakah kontraknya diperpanjang apa tidak.

“Soalnya saya bukan pegawai tetap pak, saya kontrak. Jadi tidak dapat. Apalagi kontrak saya ini sudah mau habis, tidak tahu apakah diperpanjang atau tidak,” terangnya.

Hal senada disampaikan Ari Wibowo (45), buruh lain yang tinggal di rusunawa itu. Kepada Ganjar, Ari yang sudah dirumahkan selama sebulan dari perusahaannya, juga mengatakan tidak mendapatkan gaji.

“Saya kerja di percetakan, tapi statusnya masih kontrak. Kawan-kawan yang sudah tetap, mereka meskipun dirumahkan tetap mendapat gaji,” ucapnya.

Mendengar hal itu, Ganjar langsung meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng, Sakina Rosellasari untuk menindaklanjuti hal itu.

“Tolong laporan-laporan ini ditindaklanjuti. Dicarikan solusi yang baik dengan mengajak bicara kawan-kawan perusahaan tentang karyawan kontrak ini,” ucapnya.

Ganjar menyatakan, banyak buruh di Jateng yang sedang kesulitan saat ini. Banyak di antara mereka yang di PHK, dirumahkan atau terdampak lainnya.

“Momentum May Day ini kita gunakan untuk saling membantu. Daripada buruh pada demo, mengumpulkan massa itu kan berbahaya. Maka kami meminta buruh tidak usah aksi demo di peringatan May Day ini, biarkan kami yang demo dengan membagi-bagikan bantuan kepada mereka,” ucapnya.

Oleh karenanya, untuk meringankan beban para buruh ia membagikan ribuan paket sembako kepada para buruh di Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Boyolali.

Ganjar juga mengatakan akan mengajak seluruh perusahaan di Jawa Tengah untuk gotong royong membantu para pekerjanya yang terdampak akibat Covid-19. Mereka yang di PHK atau dirumahkan, harus mendapat bantuan paling tidak selama sebulan.

“Saya sedang komunikasi dengan para perusahaan untuk gotong royong. Paling tidak selama ramadhan ini, para buruh yang di PHK atau dirumahkan bisa tenang. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...