Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Desa Perbatasan Blora-Jatim Minta Didirikan Puskesmas

MURIANEWS, Blora – Warga Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Blora meminta agar di di desanya bisa dibangun sebuah puskesmas, yang terdapat fasilitas dan tenaga kesehatan yang cukup lengkap.

Permintaan itu disampaikan pada Wakil Bupati Arief Rohman bersama Ketua Komisi D DPRD Blora Ahmad Labib Hilmy dan sejumlah anggotanya saat berkunjung ke Desa Getas yang wilayahnya berbatasan dengan dengan Kabupaten Ngawi, Jatim, Kamis (30/4/2020).

Kades Getas Subowo mengungkapkan, saat ini, baru ada puskesmas pembantu (pustu) di desanya. Namun, di pustu tersebut hanya ada perawat dan bidan desa saja, tidak ada dokternya.

”Wilayah kami jauh dari Puskesmas Menden. Jaraknya belasan kilometer dengan medan jalan yang sulit apalagi jika musim hujan dan penerangan jalan juga minim,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan agar bisa dibangun Puskesmas di Desa Getas. Selain untuk Desa Getas, puskemas itu nantinya juga bisa melayani warga Desa Nglebak, Megeri, Tlogotuwung, Bodeh, dan dukuhan lainnya yang jaraknya lebih dekat dibandingkan jika harus ke Puskesmas Menden ataupun Randublatung.

“Lokasi yang cocok di dekat perempatan sini. Bisa pinjam lahan Perhutani atau seperti apa prosedurnya. Kami mohon agar ini bisa diupayakan,” sambung Subowo.

Subowo mengatakan, saat ini desanya menjadi salah satu gerbang masuk pendatang dari Ngawi, Madiun, Magetan, Solo dan sekitarnya. Dengan kondisi ini, pihak desa mendirikan pos pantau terpadu bersama unsur TNI dan Polri guna memantau para pendatang.

“Banyak yang lewat sini, baik dari Ngawi, Madiun, Magetan dan sekitarnya. Kita langsung periksa ketika ingin masuk Getas. Kita tidak ingin persebaran virus Corona masuk ke wilayah kami,” pungkasnya.

Mendengar keluhan itu, Wakil Bupati Arief Rohman langsung menghubungi Perhutani KPH Ngawi via telepon, selaku pemilik lahan yang diusulkan masyarakat untuk pembangunan puskesmas.

“Sudah saya hubungi Perhutani KPH Ngawi. Mekanismenya nanti kita susun bersama. Bisa pinjam pakai lahan Perhutani. Kebutuhan luas lahannya berapa tolong dihitung disertai pengajuan dari desa dan masyarakat, kita akan kawal,” terangnya.

Menurut Arief, Desa Getas ini memang strategis jika dirintis sebagai titik perekonomian baru di Blora Selatan karena terletak di jalur perlintasan antara Randublatung-Ngawi.

“Sebenarnya pembangunan jalan Randublatung-Getas sampai batas Ngawi tahun ini kita usulkan kelanjutannya. Namun karena ada wabah ini agak tertunda lagi. Kita akan terus upayakan agar jalan tembus menuju Ngawi ini bisa terbangun dengan baik,” tambahnya.

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...