Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Langsung Dimusnahkan, Beberapa APD di RSUD Jepara Ini Digunakan Lagi Setelah Disterilisasi

MURIANEWS, Jepara – Alat Pelindung Diri (APD) di RSUD Kartini Jepara ternyata tak semua langsung dimusnahkan. Beberapa di antaranya bahkan digunakan kembali setelah disterilisasi dengan standart yang ada.

Padahal, RSUD Kartini merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk Pemkab Jepara untuk menangani pasien corona atau Covid-19, baik itu Orang Dalam Pantauan (ODP) ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Kepala Bidang Penunjang Medis di RSUD Kartini Jepara Nur Cholis mengatakan, penggunaan APD menjadi kebutuhan primer pada penanganan di ruang isolasi. Ada yang sifatnya sekali pakai, namun ada beberapa yang masih bisa digunakan lagi setelah dilakukan treatment khusus.

Baca: Kebutuhan APD untuk Penanganan Covid-19 di Jepara Tembus 20 Ribu Buah Tiap Bulan

Beberapa jenis APD dalam penanganan Covid-19 yang masih bisa dipakai lagi dan tidak langsung dimusnahkan di antaranya adalah masker N95, penutup wajah, dan sepatu. Setelah dilakukan proses disterilisasi APD jenis itu masih bisa digunakan kembali.

”Ada dua metode sterilisasi yang bisa dilakukan, yakni metode basah atau kering. Kami sudah punya alat sendiri. Khusus untuk masker N95 memang standarnya bisa disterilisasi maksimal lima kali. Dengan cara distrelisasi maka bisa dilakukan penghematan, apalagi saat ini terjadi kelangkaan APD,” ujar Nur Cholis, Kamis (30/4/2020).

Sedangkan untuk limbah medis dalam penanganan terkait covid 19 di RSUD Kartini Jepara, dalam sehari menghasilkan sekitar 20 kilogram (kg) limbah medis. Selama ini, sejak pandemic terjadi ada ruang isolasi yang  digunakan untuk merawat PDP.

Baca: Enam Petugas RSUD Kudus Jalani Karantina Usai Kontak dengan Pasien Covid-19

Limbah yang dihasilkan dari ruang isolasi hampir semuanya berupa limbah padat. Semuanya masuk dalam ketegori sangat infeksius atau menular. Sehingga harus ada perlakuan khusus sebelum dibuang di lokasi pembuangan.

”Sebelum dibuang, limbah dimasukan ke dalam kantong plastik berwarna kuning, kemudian diikat lalu disemprot cairan disinfektan. Setelah itu, dimasukkan lagi ke dalam kantong plastik berwarna kuning dan diberi label khusus. Lalu masih disemprotkan lagi cairan disinfektan,” tambah Nur Cholis.

Untuk membersihkan ruang isolasi di RSUD Kartini Jepara, setiap hari ada empat orang petugas yang bergantian bertugas. Mereka sebelumnyajuga sudah mendapatkan pelatihan mengenai penanganan limbah pasien covid 19. Dalam bekerja mereka juga dilengkapi dengan APD level dua.

Limbah yang masuk dalam kategori menular ini, maksimal dalam waktu 24 jam sudah harus diangkut untuk ditangani di bagian pembuangan. Setelah itu akan diangkut oleh tim lain yang juga sudah memahami aturan-aturan penanganan limbah medis menular.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...