Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polres Kudus Rencanakan Tambah CCTV untuk Maksimalkan Tilang Elektronik

MURIANEWS, Kudus – Satlantas Polres Kudus berencana untuk menambah kamera pantau atau closed circuit television (CCTV) di sejumlah titik jalan di Kota Kretek. Hal tersebut dilakukan guna memaksimalkan pelaksanaan electronic traffic law enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik di Kudus.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Galuh Pandu Pandega Ferdiansyah menjelaskan, penggunaan dan penerapan E-TLE di Kudus telah sesuai dengan progam dari Polda Jawa Tengah.

Memang, kata Galuh, sampai saat ini Kudus masih memiliki satu alat saja. Yakni di daerah perempatan Bejagan, Jalan Pramuka Kudus.

“Supaya penerapannya lebih maksimal, maka perlu ada penambahan kamera CCTV,” katanya, Kamis (30/4/2020).

Penambahan kamera pantau, kata Galuh, dilakukan agar pengendara yang bisa dipantau semakin banyak. Dengan begitu, kepatuhan masyarakat bisa semakin meningkat ketika berkendara di jalanan Kudus.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus untuk langkah lanjutan. Termasuk petugas pemantau lewat kamera CCTV.

“Harapannya, tentu masyarakat di Kabupaten Kudus semakin patuh terhadap tata tertib berlalu lintas karena diawasi oleh kamera CCTV,” terangnya.

Dengan adanya, e-TLE, tambahnya, setiap ada pelanggaran bisa ditindak dengan surat tilang walau tak ada personel yang berjaga. Surat tersebut akan dikirim melalui surat kepada alamat rumah pemilik kendaraan bermotor. “Identitasnya sesuai  data yang ada di pelat nomor kendaraan,” ujarnya.

Masing-masing pelanggar, lanjutnya, akan diberi batas waktu 14 hari untuk memberikan konfirmasi kepada Satlantas Polres Kudus.

Jika hingga batas waktu yang diberikan belum ada konfirmasi, maka Satlantas Polres Kudus akan melakukan pemblokiran terhadap STNK kendaraan tersebut.

“Pemilik kendaraan bisa mengklarifikasi jika saat itu kendaraannya bukan miliknya karena sudah dijual dan belum dibalik nama pemilik baru,” rincinya.

STNK yang diblokir, kemudian bisa diaktifkan kembali jika pengemudi yang melanggar lalu lintas itu sudah membayar denda tilang sesuai jenis pelanggaran.

Untuk diketahui, Satlantas Polres Kudus Kudus mencatat jumlah pelanggar lalu lintas di Kota Kretek hingga triwulan pertama 2020 mencapai 1.228 kasus. Kebanyakan kasus pelanggaran, didominasi oleh pengendara yang melanggar rambu lalu lintas.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...