Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

OPINI

Memaknai Homeschooling Era Belajar dari Rumah

0 95
Lina Kushidayati *)

SURAT Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijaksanaan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebab Corona Virus Disease (Covid-19) terdapat enam poin.

Kebijakannya di antaranya proses belajar dari rumah (learning from home) melalui pembelajaran daring/jarak jauh bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup (life skill) antara lain mengenai pandemi Covid-19, pembelajarannya bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah, bukti atau produk aktivitas belajar di rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Hal pokok yang perlu digarisbawahi yakni frasa ‘mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah’. Surat edaran ini kadang tidak dipahami/tidak dibaca dengan tuntas oleh kepala sekolah/madrasah, guru, orangtua siswa, dan siswa. Dampaknya, proses belajar dari rumah disamakan dengan belajar di kelas.

Di sisi lain, belajar via daring belum tertradisi. Kondisi ini kian runyam tatkala orang tua siswa pun tidak terbiasa menjadi guru bagi anaknya di rumah masing-masing dalam mendampingi belajarnya anak. Berbeda dengan siswa yang pembelajarannya mengikuti program sekolah rumah (homeschooling).

Istilah ini pun masih belum familier bagi publik karena pemahamannya yang namanya sekolah sama dengan ruang kelas, gedung sekolah/madrasah formal saja. Padahal keberadaan homeschooling sudah diakomodasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 129 Tahun 2014.

Homeschooling terdiri (1) homeschooling tunggal yang dilaksanakan oleh orangtua dalam satu keluarga tanpa bergabung dengan kelompok lain, (2) homeschooling majemuk yang dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga, meski kegiatan pokok oleh orangtuanya, (3) homeschooling komunitas yang menggabungkan beberapa homeschooling dengan menentukan silabi, bahan ajar, kegiatan pokok (olahraga, seni, dan bahasa), ada sarana dan prasarana, jadwal pembelajaran, dan disediakan tutor.

Lantas apa yang harus dilakukan orangtua mendampingi anaknya belajar daring di rumah masing-masing?.

Pertama, mempersiapkan diri bahwa orangtua benar-benar dikondisikan menjadi pandamping anak dalam belajar di rumah. Kedua, belajar benar-benar menjadi rutinitas wajib anak di rumah. Ketiga, interaksi antara anak didik, guru, dan orangtua dalam pembelajaran seiring dan searah untuk mencapai ketuntasan belajar anak. Bila satu atau ketiga poin tersebut belum menjadi tradisi maka pendidikan daring, learnig from home (belajar dari rumah) menjadi beban bagi ketiga pihak.

 

Hikmah Pandemi

Mentradisikan belajar daring dan keaktifan orangtua siswa terlibat dalam pembelajaran anak di rumah masing-masing secara kontinyu merupakan kata kuncinya, sehingga beban dan tugas guru mentransfer ilmu dan pengetahuan pada anak tidak kalang-kabut.

Menyikapi fakta ini, ada yang telah terbiasa bahwa orangtua sekaligus guru bagi anak dalam belajar di rumah, ada yang masa bodoh, ada yang terbebani, ada yang menolak secara nonfrontal. Kelompok terakhir ini melampiaskan kesalahan pada guru, mengapa?.

Orangtua yang sudah menjadi guru di rumah menjadi hal biasa dan terbebani bagi orangtua yang belum menjadi guru bagi anaknya dalam belajar di rumah masing-masing. Persoalan kian rumit tatkala anak didik dan orangtuanya tak familier dengan dunia daring dan fasilitasnya.

Hikmah lainnya, pengenalan istilah homeschooling kian populer dan dipahami publik. Semoga pandemik segera berakhir dan orangtua tetap menjadi guru bagi anaknya masing-masing tatkala belajar di rumah. Nuwun.

 

*) Penulis adalah dosen IAIN Kudus

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.