Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hilangkan Jenuh, Pemudik di Grobogan Perbaiki Sarpras Sekolah Tempat Mereka Dikarantina

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah pemudik di Desa/Kecamatan Geyer, Grobogan melakukan aksi yang cukup unik saat menjalani masa karantina di gedung SMPN 1 Geyer.

Yakni, melakukan aksi sosial dengan memperbaiki sarana prasarana (sarpras) milik sekolahan yang kedapatan rusak. Seperti meja dan kursi.

Selain itu, kegiatan lainnya adalah melakukan pengecatan tembok yang sudah terlihat kotor. Terutama di kawasan kamar mandi dan bagian belakang sekolahan.

Kepala Desa Geyer Sri Budiyati mengatakan, saat ini, sebelumnya ada delapan orang yang menjalani karantina. Namun, pada hari ini, ada tambahan satu orang lagi yang baru datang dari Bali.

Sesuai peraturan, para pemudik di wilayah tiga kecamatan zona merah, yakni Kecamatan Geyer, Karangrayung, dan Pulokulon harus menjalani karantina di lokasi yang sudah disiapkan masing-masing desa.

Mereka yang wajib menjalani karantina adalah pemudik yang kembali per tanggal 21 April 2020.

“Mereka ini, sudah beberapa hari berada di tempat karantina ini. Para pemudik ini kebanyakan dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk waktu karantina lamanya 14 hari,” katanya.

Meski sudah disiapkan fasilitas yang memadai, namun pemudik itu merasa jenuh berada di tempat karantina karena tidak banyak aktivitas yang dikerjakan.

Dari kondisi inilah, mereka punya ide untuk melakukan kegiatan untuk memperbaiki meja dan kursi yang terlihat rusak serta mengecat tembok.

“Mulai kemarin para pemudik mulai melakukan aktivitas perbaikan meja dan kursi dan mengecat tembok. Dengan adanya aktivitas ini, para pemudik jadi senang dan tidak merasa jenuh lagi menjalani karantina sampai selesai,” jelasnya.

Terkait aktivitas yang dilakukan itu, para pemudik tidak mendapatkan upah seperti layaknya tukang.

Meski demikian, ada sejumlah relawan yang sudah bersedia untuk memberikan sekedar donasi sebagai bentuk penghargaan terhadap aksi sosial yang dilakukan para pemudik tersebut.

Sementara itu, Camat Geyer Aries Ponco Wibowo mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemudik di Desa Geyer itu.

Menurutnya, selain patuh menjalani karantina, pemudik juga mau melakukan aksi sosial memperbaiki sarpras rusak di lokasi karantinanya.

“Saya sudah dapat laporan terkait aktivitas yang dilakukan pemudik di Desa Geyer itu. Saya rasa, aksi itu patut mendapat apresiasi tersendiri,” katanya.

Menurut Aries, hingga saat ini, tercatat sudah ada 181 pemudik dari 13 desa di wilayahnya yang menjalani karantina. Untuk lokasi karantina, sudah disiapkan di sekolahan yang ada di setiap desa.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...