Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Ada Izin, Pembangunan Kawasan Industri di Sengon Bugel Jepara Masih Lanjut

MURIANEWS, Jepara – Pembangunan kawasan industri di Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Jepara sampai saat ini masih terus belanjut. Padahal, dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menyatakan bahwa pembangunan itu belum dilengkapi izin dan harus dihentikan.

Koordinator Aliansi Pemuda Sengon (APS) Solekan menyatakan, sejak pihaknya menyampaikan keluhan warga soal dampak lingkungan yang terjadi, proses pembangunan sempat berhenti. Namun, dua hari lalu proses pembangunan ternyata lanjut kembali.

Menurut Solekan, warga sangat kecewa dengan pembangunan di kawasan seluas kurang lebih 20 hektare lebih tersebut. Ini karena, proses yang dilakukan tidak mengindahkan aturan-aturan yang ada. Terutama berkaitan dengan masalah-masalah dampak lingkungannya.

Baca: Pembangunan Pabrik Baru di Sengon Bugel Jepara Ternyata Belum Berizin

”Kami sudah minta dihentikan dulu pembangunannya, sejak pemukiman kami terkena banjir. Warga ingin kejelasan terhadap terjadinya dampak lingkungannya. Bagaimana penangananya dan apa konsekuensinya. Kami ingin kejelasan,” ujar Solekan, Rabu (29/4/2020).

Solekan menyebut, ketidak-beresan dalam proses pembangunan tersebut terlihat setelah terjadi bencana banjir di pemukiman warga. Sepanjang sejarah baru kali ini wilayah Sengon kebanjiran.

Sebanyak 90 KK di dua RT di dukug Sengon, terdampak banjir. Semua rumah milik warga terendam air.

Pada kejadian 29 Maret 2020 lalu, air dan lumpur menngenangi halaman rumah warga sepanjang hari. Selain itu, lumpur yang terbawa air akibat dari proses pembukaan lahan, membuat jalanan di dukuh Sengon menjadi kotor.

Baca: Kawasan Industri yang Disoal Warga Sengon Bugel Juga Belum Ada Master Plannya

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP Jepara Heri Yulianto saat dikonfirmasi mengenai masalah ini menyatakan akan segera mengirimkan surat perintah penghentian kegiatan pembangunan. Menurutnya proses tersebut seharusnya memang harus dihentikan sementara.

Dikatakannya, masalah ini akan segera di bahas dalam rapat lintas OPD yang akan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Jepara. Dalam pembahasan tersebut diharapkan bisa segera didapatkan keputusan mengenai persoalan tersebut.

”Kami akan buat surat untuk dihentikan sementara pembangunannya. Nanti kami akan segera kirimkan suratnya kepada pihak pengembangnya,” ujar Heri Yulianto.

Proses-proses pembangunan kawasan industri di Mayong, selama ini diduga berlangsung dengan prosedur yang ‘aneh’. Banyak bangunan-bangunan industri yang sebenarnya belum ada izinnya tapi sudah dibangun lebih dulu.

Baca: Sempat Salat Tarawih Berjemaah, 56 Warga Tulakan Jepara Kontak Langsung dengan PDP Asal Pati Sebelum Meninggal

Setelah itu baru diurus perizinannya. Banyak pihak mencurigai ada ‘kongkalikong’ sejumlah pejabat dalam proses-proses pembangunan di kawasan ini.

Sebelumnya dua OPD yakni Dinas Pekerjaan Umum- Penataan Ruang (DPU-PR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan belum mengeluarkan izin maupun dokumen terkait proses pembangunan di Desa Sengon Bugel tersebut.

DPU-PR bahkan menyebut belum mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sementara DLH juga menyatakan belum mengeluarkan dokumen lingkungan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

 

Comments
Loading...